Ini Profesi Pembunuh Mahasiswi UGM, Jasad Korban Dikurung di Toilet

Eko Agus Nugroho, pelaku pembunuhan keji terhadap mahasiswi FMIPA UGM, sudah tidak jadi tenaga kebersihan di UGM.

Ini Profesi Pembunuh Mahasiswi UGM, Jasad Korban Dikurung di Toilet
TRIBUN JOGJA/ Hasan Sakri Ghazali
Tersangka pembunuh mahasiswi FMIPA UGM, Feby Kurnia, saat dihadirkan di Mapolda DIY, Rabu (4/5/2016) 

BANGKAPOS.COM, SLEMAN - Eko Agus Nugroho (26) warga Pleret Bantul, pelaku pembunuhan keji terhadap Feby Kurnia (19), mahasiswi FMIPA UGM, ternyata seorang tenaga kebersihan di UGM.

"Dia bukan pegawai UGM tapi outsourching, mulai Sabtu kemarin sudah habis kontraknya sudah tidak bekerja lagi dengan kita," jelas Dekan FMIPA UGM, Pekik Nurwantoro, yang turut hadir dalam ungkap kasus di Mapolda DIY, Jl Ringroad Utara, Yogyakarta, Rabu (4/5/2016).

Pekik tidak mengatahui secara jelas dan mengenal pelaku secara personal, namun perusahaan outsourching yang menaungi tersangka sudah setahun terakhir bekerjasama dengan kampus.

Dengan adanya kejadian ini, dia mengatakan akan meninjau ulang kerjasama dengan pihak outsourching tersebut serta memperketat pihak luar yang akan bekerja di UGM.

"Kita ke depan akan minta SKCK juga catatan psikologis agar hal ini tidak terjadi lagi," ujarnya.

Dia juga menjamin selama ini keamanan kampus sudah maksimal dimana ada 18 Satuan Keamanan Kampus yang ada di kampusnya, selain itu ada 11 CCTV yang tersebar di dalam gedung, tapi sayangnya saat pembunuhan justru tidak merekamnya.

"Kita tetap akan evaluasi sistem keamanan kita, kita bicarakan juga dengan universitas. Kita juga sebenarnya baru menambah cctv di parkiran," tambahnya.

Jasad korban digendong ke toilet

Kepala Polres Sleman Ajun Komisaris Besar Yulianto mengatakan bahwa pelaku pembunuhan Feby Kurnia, mahasiswi FMIPA Universitas Gadjah Mada, menganiaya korban, lalu menggendong dan memasukkan jenazah korban ke dalam toilet kampus.

Kejadian itu berlangsung pada Kamis (28/4/2016) pagi ketika korban datang ke lantai 5 Gedung S-2 dan S-3 FMIPA Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan masuk ke ruang kelas 507.

"Pelaku saat itu sudah ada di dalam, membersihkan ruangan," kata Yulianto dalam jumpa pers di Mapolda DIY, Rabu (4/5/2016).

Setelah masuk kelas, korban keluar menuju toilet di lantai 5. Melihat korban ke kamar mandi wanita, pelaku yang merupakan tenaga outsourcing kebersihan di kampus itu mengikuti dari belakang.

"Pelaku menyusul masuk, lalu mencekik leher korban hingga meninggal," kata Yulianto.

Setelah itu, pelaku menggendong jenazah korban dan memasukkannya ke dalam toilet. Pelaku juga mengambil barang-barang milik korban, berupa dua handphone, power bank, kunci sepeda motor, dan STNK.

"Pelaku mengunci pintu toilet dan meninggalkan korban," ujarnya. (Tribun Jogja/Kompas.com)

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved