Pembunuh Mahasiswi UGM Mengaku Kepepet Tak Punya Duit

Ayah mahasiswi UGM korban pembunuhan lega mendengar pembunuh putrinya tertangkap.

Pembunuh Mahasiswi UGM Mengaku Kepepet Tak Punya Duit
Facebook
Inilah pria yang ditangkap oleh jajaran Satreskrim Polres Sleman terkait peristiwa penemuan jasad perempuan di toilet F-MIPA UGM. 

BANGKAPOS.COM, BATAM - Yusni, ayah Feby Kurnia, mahasiswi UGM yang ditemukan tewas di toilet kampus, mengaku lega mendengar pembunuh putrinya tertangkap.

Yusni mendengar langsung tertangkapnya pelaku dari anggota Polresta Yogyakarta.

"Bapak sudah tahu soal penangkapan pria yang diduga sebagai pelaku. Bapak sedikit lega pelakunya sudah ditangkap," kata Fredi, kerabat korban di rumahnya, Selasa (3/5/2016).

Fredi mengatakan, ayah Feby dan keluarga besarnya mengucapkan terima kasih atas kinerja aparat kepolisian yang sudah mengungkap siapa pembunuh anaknya.

"Bapak juga tadi bilang lega dan berterima kasih kepada polisi di sana yang dengan cepat langsung menangkap," imbuh Fredi.

Eko Agus (26), warga Wonokromo, Pleret, Kabupaten Bantul, ditangkap, Selasa (3/4/2016) sekitar pukul 16.45 WIB. Dia mengaku telah membunuh Feby Kurnia Siregar, mahasiswi semester dua MIPA UGM yang ditemukan tewas di toilet kampus.

Anggota Polres Sleman menangkap pelaku di pinggir jalan di depan rumahnya di Wonokromo, Pleret, Kabupaten Bantul, Selasa (3/4/2016) sekitar pukul 16.45 WIB.

Eko mengakui sempat membalas pesan pendek Nurcahaya Ningsih, ibunda korban, menggunakan ponsel Feby yang telah dibunuhnya.

Bahkan, Eko sempat mengangkat telepon dari ibunda korban yang masuk ke ponsel Feby itu. Pelaku mengakui nekat mencekik dan membunuh korban karena kepepet tidak punya uang.

Selama hidupnya, Feby dikenal sebagai pelajar berprestasi. Ia tercatat sebagai siswa SDN 3 Sekupang, SMPN 6 Batam, sekolah favorit di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved