Breaking News:

Aneh, Meja dan Kursi Siswi Korban Pemerkosaan 14 Pemuda Selalu Basah Setelah Jasadnya Ditemukan

Meja dan kursi tempat belajar Yn, siswi SMP yang tewas mengenaskan di tangan 14 pemuda, selalu basah dan lembab.

Editor: fitriadi
Kompas.com/Firmansyah
Kursi dan meja belajar Yn setelah diganti dengan yang lain, sementara meja belajar yang sering digunakan Yn disimpan di gudang sekolah karena selalu basah dan lembab. 

BANGKAPOS.COM, BENGKULU — Posisi meja dan kursi tempat belajar Yn, siswi SMP di Rejang Lebong, Bengkulu, yang tewas mengenaskan di tangan 14 pemuda, hingga kini masih terlihat kosong.

Meja dan kursi tempat belajar Yn tepat berada di dekat pintu masuk kelas I sekolah itu, atau di kiri depan.

Posisi ini cukup menggambarkan bahwa Yn merupakan siswi yang rajin dan berprestasi.

Meja dan kursi itu sudah diganti pihak sekolah karena meja dan kursi yang sering digunakan Yn, menurut teman sekelas Yn, secara aneh selalu basah setelah jasad Yn ditemukan tewas mengenaskan di dasar jurang.

Hingga kini, kursi tersebut masih terlihat kosong. Tak ada satu pun siswa yang menduduki kursi Yn tersebut.

Seorang sahabat Yn, Rm, mengatakan bahwa kursi tersebut dibiarkan kosong bukan karena siswa takut menempatinya, melainkan untuk lebih menghormati Yn.

"Biarkan posisi belajar Yn kosong agar kami ingat kalau Yn sebenarnya masih tetap bersama kami, dia kawan kami yang baik," kata Rm.

Rm mengisahkan penyesalannya tak dapat mengantar pulang Yn saat kejadian itu.

Ia mengatakan, saat itu Yn bersikukuh minta diantar pulang oleh Rm mengunakan motor milik Rm.

Rm bersedia mengantar Yn. Namun, kata dia, mendadak motor milik Rm rusak sehingga tidak bisa mengantar Yn.

"Motor saya rusak, hingga saya tak bisa antar dia," kata Rm mengenang kala itu.

Setelah itu, Rm tak dapat lagi bermain dan belajar bersama Yn. "Rumah saya memang tidak searah dengan rumah Yn, berbeda arah, jadi saat itu ia pulang sendiri," kata Rm.

Sementara itu, ibunda Yn, mengatakan bahwa ketika itu sebenarnya ada guru yang akan mengantar pulang Yn. Namun, kata dia, Yn menolak tawaran ibu gurunya itu.

"Yn biasanya pulang diantar guru, kawan sekelasnya, atau saudara lelaki kembarnya Yy. Namun, hari itu ia terpaksa pulang sendiri dan melewati jalan sepi lalu dicegat 14 pemuda itu," kata ibu Yn.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved