Begini Kepribadian Pembunuh Mahasiswi UGM, Sang Istri Sesenggukan Bercerita

Riska tak menyangka jika suaminya yang merupakan pekerja cleaning service ini ditahan lantaran diduga kuat telah membunuh seorang mahasiswi UGM.

Begini Kepribadian Pembunuh Mahasiswi UGM, Sang Istri Sesenggukan Bercerita
TRIBUN JOGJA/ Hasan Sakri Ghazali
Tersangka pembunuh mahasiswi FMIPA UGM, Feby Kurnia, saat dihadirkan di Mapolda DIY, Rabu (4/5/2016) 

BANGKAPOS.COM, BANTUL - Riska Dewanti (22), tak berhenti menyeka air matanya tatkala menceritakan suaminya, Eko Agus Nugroho (26), yang ditahan polisi, Selasa (3/5/2016) sore.

Riska tak menyangka jika suaminya yang merupakan pekerja cleaning service ini ditahan lantaran diduga kuat telah membunuh seorang mahasiswi Jurusan Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, Feby Kurnia (19).

“Saya tidak menyangka mas, kalau dia bisa seperti itu. Dia itu pendiam dan tertutup, sehingga saya sendiri sebagai istri tidak tahu apa-apa,” kata Riska saat ditemui Tribun Jogja di rumahnya yang berada di Dusun Jati RT 6, Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Rabu (4/5/2016) sore ini.

Sembari sesenggukan, Riska terlihat sedih saat menceritakan peringai suaminya ini.

Penangkapan oleh polisi ini, cukup memukul keras batinnya. Apalagi, Riska juga baru saja mendapatkan kabar penangkapan suaminya ini, pada Selasa (3/5/2016) malam.

“Dia itu tertutup, tidak pernah cerita-cerita apa-apa sama saya,” papar Riska.

Hanya saja, Riska tidak melanjutkan pembicaraannya, dia tenggelam dalam tangis dan mengurung diri di dalam kamarnya setelah mendapatkan telepon.

Riska juga belum sempat bisa dikonfirmasi mengenai hadiah dari suaminya itu, berupa sepatu wanita, sepatu anak, pakaian, dan susu.

Hadiah ini, dibelikan oleh Eko, usai menggadaikan ponsel milik korbannya senilai Rp650 ribu. Hal ini terungkap saat gelar perkara di Mapolda DIY.

Suwarni (44), ibu mertua pelaku mengaku barang-barang yang masih baru dibeli ini belum sempat dipakai oleh anaknya dan cucunya, Arfino yang masih berusia dua tahun.

Barang-barang tersebut, kata Suwarni, memang dibeli oleh menantu dan anak sulungnya tersebut, namun dia tidak mengetahui kapan membelinya.

“Setahu saya, mereka keluar dan membeli barang-barang ini. Belum sempat dipakai, sekarang, barang-barang itu sudah diambil oleh polisi,” kata Suwarni dengan mata berkaca-kaca.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved