Mertua Pembunuh Mahasiswi UGM Menduga Pelaku Stres Gara-gara Ini

Meski masih hidup bersama di satu atap, Suwarni mengaku tidak pernah ada masalah dengan menantunya.

Mertua Pembunuh Mahasiswi UGM Menduga Pelaku Stres Gara-gara Ini
Istimewa
Eko Agus, tersangka pelaku pembunuhan mahasiswi UGM Feby Kurnia, diamankan di Mapolres Sleman. 

BANGKAPOS.COM, BANTUL - Suwarni (44), ibu mertua pelaku pembunuh mahasiswi Geofisika FMIPA UGM, Feby Kurnia, mengaku selama tiga tahun terakhir ini hidup bersama dengan Eko Agus Nugroho.

Dia juga menyebut, jika tidak ada masalah sebelumnya antara Eko dengan dirinya maupun istri Eko, Riska Dewanti.

Ya, selama tiga tahun Eko tinggal sebagai keluarga pak RT dan juga salah satu tokoh masyarakat di Desa Wonokromo ini. Di rumah bercat orange dan hitam ini, Eko sehari-harinya melewatkan hari-harinya.

Meski masih hidup bersama di satu atap, Suwarni mengaku tidak pernah ada masalah dengan menantunya. Dia pun tidak mempersoalkan pekerjaan menantunya yang bersifat kontrak.

Bahkan, dia mengakui jika Eko pun jarang mengajaknya mengobrol panjang lebar.

“Dia (Eko) kalau pulang ke rumah itu ya langsung mandi terus di kamar. Dia itu pendiam dan tidak banyak ngobrol. Tetapi, dia baik dan aktif di kegiatan masyarakat,” ujar Suwarni, Rabu (4/5/2016).

Meski tidak mengetahui secara pasti masalah pelik yang dihadapi oleh menantunya saat ini, namun Suwarni menduga perbuatan menantunya ini tak lain karena persoalan pekerjaan.

Dia menduga, Eko stress karena masa kontraknya sebagai cleaning service di UGM berakhir pada tanggal 1 Mei lalu.

“Saya menduga dia pusing kontrak kerjanya sudah habis. Habis itu, dia berpikir engga punya kerjaan lain. Namun, itu sebatas dugaan saya, karena memang Eko tidak pernah bercerita apa-apa,” imbuhnya dengan mata menerawang.

Menurut Suwarni, Eko dimungkinkan pusing mengingat ayah Eko bekerja sebagai seorang PNS di FMIPA, termasuk juga pamannya. Namun, hingga kini, ujarnya, Eko belum diangkat sebagai karyawan tetap dan bukan seorang PNS.

Lebih dari itu, dia mengenal pribadi Eko sebagai pribadi yang tidak macam-macam. Dia juga tetap melihat menantunya ini sebagai seseorang yang rajin membantu orang tuanya, meski pendiam.

“Saya berdoa agar mas Eko tabah menjalani ini semua. Ini cobaan dari Allah, semoga ada kemudahan dan masa hukumannya bisa menjadi ringan. Mudah-mudahan saya bisa segera membesuknya,” tutupnya.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved