Ikan Buntal Mengandung Racun 1.200 Lebih Kuat dari Sianida
Akhir pekan kemarin, empat warga Lumajang, Jawa Timur dikabarkan tewas setelah mengkonsumsi ikan buntal.
BANGKAPOS.COM - Akhir pekan kemarin, empat warga Lumajang, Jawa Timur dikabarkan tewas setelah mengkonsumsi ikan buntal atau ikan fugu.
Awalnya mereka mengalami muntah-muntah, hingga akhirnya nyawa mereka tak terselamatkan.
Sebenarnya ikan seperti apa yang mereka makan hingga dapat menyebabkan kematian?
Ahli biologi menyebut ikan buntal sebagai blowfish. Gaya berenangnya sangat lambat sehingga menjadi sasaran empuk bagi predator.
Perut mereka sangat elastis dan memiliki kemampuan menelan sejumlah besar air maupun udara bila diperlukan. Beberapa spesies memiliki duri di kulit mereka sehingga kurang enak bila disantap predator.
Ikan ini memiliki panjang bervariasi, mulai dari 2,5 cm untuk yang kerdil, sampai 61 cm untuk yang raksasa air tawar.
Di seluruh dunia, setidaknya terdapat 120 spesies ikan buntal dan kebanyakan ditemukan di perairan laut tropis, subtropis, serta beberapa hidup di air payau.
Namun di balik bentuknya yang cukup lucu, semua jenis ikan buntal mengandung racun neurotoxin tetrodotoxin. Ini dapat mendatangkan petaka bagi para predator yang memakannya.
Sebagaimana Tribun Jogja kutip dari National Geographic, Senin (9/5/2016), tetrodotoxin sangat mematikan dan 1.200 kali lebih kuat dari racun sianida. Racun ikan buntal disebut-sebut yang paling kuat kedua di dunia.
Racun dalam satu ekor ikan buntal diperkirakan dapat membunuh 30 manusia dewasa. Sejauh ini, obat penawar racun ikan ini juga belum ditemukan.
Tetrodotoxin diyakini merupakan hasil sintesis bakteri hewan yang ia makan, yakni invertebrata dan alga dan terkonsentrasi di hati, gonad, serta kulit. Ia akan menyerang sistem saraf perifer, yakni motorik dan sensorik.
Awalnya, bibir dan jari-jari akan mati rasa, kesemutan lalu kehilangan kontrol. Bila sudah mengalami demikian, sebaiknya korban langsung dilarikan ke rumah sakit.
Racun ikan buntal dapat melemahkan otot, menyebabkan muntah dan diare, serta melumpuhkan pernafasan meskipun korbannya masih sadar.
Namun ada pula beberapa kasus, di mana korban ikan buntal menjadi lumpuh dan tak sadarkan diri.
Meskipun demikian, ikan buntal dianggap sangat enak dikonsumsi. Di Jepang, orang dapat memakan ikan ini dengan harga yang sangat mahal.
Ikan harus diolah koki ahli yang telah belajar selama dua tahun. Tingkat racun ikan buntal bersifat musiman sehingga hanya disajikan bulan Oktober sampai Maret. (emedicine.medscape.com/io9.gizmodo.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ikan-buntal_20160509_134009.jpg)