Pemakai Lambang PKI Akan Ditindak Tegas

Polda Kepulauan Bangka Belitung (Kep Babel) akan menindak tegas setiap pengguna lambang-lambang Partai Komunis Indonesia

Pemakai Lambang PKI Akan Ditindak Tegas
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Kabid Humas Polda Babel AKBP Abdul Mun im. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA -- Polda Kepulauan Bangka Belitung (Kep Babel) akan menindak tegas setiap pengguna lambang-lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terlarang.

Menurut Kabid Humas Polda Kep Babel AKBP Abdul Mun'im Senin (9/5/2016) beredar kabar akan adanya pembagina kaus berlambang PKI.

Untuk itu Polri sudah berkomitmen untuk menindak tegas baik penyebar maupun pemakai kaos berlambang palu arit tersebut.

Sebab penggunaan atribut tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

"Kabar adanya penyebaran kaus bergambar palu arit terjadi di semua kota di Indonesia yang infonya akan dipakai pada 9 Mei 2016," kata AKBP Abdul Mun'im.

Kabar penyebaran kaus ini memang hampir terjadi di semua kota.

Kapolda Kep. Bangka Belitung Brigjen Pol Drs. Yovianes Mahar telah mengintruksikan semua jajaran untuk melakukan pemantauan dan pengawasan soal penyebaran dan pemakaian kaus palu arit itu.
Adapun tindakan yang akan diambil, pihaknya akan menyita, melucuti, dan mendata pemakai kaus tersebut.

“Kalau penyebarnya akan kami tindak keras karena ada peraturan perundang-undangannya yang mengaturnya," ujar AKBP Abdul Mun’im

Payung hukum dan dasar untuk menindak terhadap penyebar ajaran komunis yakni TAP MPRS nomor XXV tahun 1966 tentang larangan ideologi komunis di Indonesia dan UU Nomor 27 tahun 1999 tentang keamanan negara.

Ancamannya 12 tahun sampai 20 tahun penjara. Seperti yang disebutkan dalam pasal 107 a UU Nomor 27 tahun 1999. Disebutkan barangsiapa di muka umum dengan lisan, tulisan, dan atau melalui media apa pun, menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam segala bentuk dan perwujudanya dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.

"Tapi hingga kini kita belum mendapati di Bangka Belitung namun akan terus kita pantau," kata AKBP Abdul Mun'im.

Penulis: deddy_marjaya
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved