Rebu Tembak Berlatih Eksekusi 13 Terpidana Mati di Nusakambangan

Regu tembak yang akan mengeksekusi 13 terpidana mati di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, menjalani pelatihan.

Rebu Tembak Berlatih Eksekusi 13 Terpidana Mati di Nusakambangan
Tribun Jateng
Kajagung HM Prasetyo dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti saat mengunjungi Pulau Nusakambangan usai pelaksanaan eksekusi terpidana mati, Rabu (29/4/2015). 

BANGKAPOS.COM, SEMARANG - Regu tembak yang akan mengeksekusi 13 terpidana mati di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, menjalani pelatihan.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Liliek Darmanto mengatakan personel terpilih menjalani penguatan rohani.

Rencananya eksekusi tahap tiga terhadap terpidana mati kasus narkoba akan dilaksanakan. Namun, pemerintah belum menentukan waktu dan siapa saja yang akan dieksekusi dalam eksekusi mati tersebut.

Liliek menambahkan, setiap terpidana mati akan berhadapan dengan 10 orang regu tembak yang berasal dari Satuan Brimob Polda Jateng. Jadi, untuk mengeksekusi 13 terpidana mati, total ada 130 eksekutor. Selain pelatihan, ada program khusus yang harus dijalani oleh para eksekutor.

“Penguatan rohani, bertujuan agar personel regu tembak tidak mengalami stres atau depresi sebelum dan setelah mengeksekusi terpidana mati," kata Liliek, Senin (9/5).

Sebanyak 13 terpidana mati yang akan dieksekusi dari informasi yang dihimpun, empat di antaranya adalah warga negara Indonesia. "Kami yang ditugaskan sudah siap, tinggal menunggu perintah Kejaksaan Agung," kata Liliek.

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti mengatakan, polisi sudah siap apabila ada permintaan dari Kejaksaan Agung untuk melakukan eksekusi hukuman mati terhadap terpidana kasus narkoba.
Pasukan eksekutor Polri sudah disiagakan dan menjalani proses latihan kendati belum ada jadwal pasti mengenai pelaksanaan eksekusi hukuman mati.

"Belum ada, tapi kami sudah siap. Eksekutor sudah siap dan sudah latihan juga," ujar Badrodin ketika ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, kemarin.

Kapolri menjelaskan, Polri hanya tinggal menunggu perintah dari Kejaksaan Agung. Pengerahan jumlah personel eksekutor tergantung dari permintaan Kejaksaan Agung. "Nanti sangat tergantung dari Kejaksaan Agung. Kami (Polri) kan udah siap. Satu atau dua hari lagi diminta juga siap," kata Badrodin.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Polisi Boy Rafli Amar mengatakan dalam beberapa kali rapat sudah dibahas soal persiapan dan teknis di lapangan termasuk pengawalan para terpidana mati ke lokasi eksekusi.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved