Pemda Harusnya Membentang Karpet Merah Untuk Investor
Tentunya akan dibilang kepada investor, bahwa alam kami bagus. Namun potensi alam semuanya bagus
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: edwardi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Agus Nuryadhyn
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dalam keadaan ekonomi Indonesia yang terpuruk, sebagai seorang investor akan bertanya pada tim bisnis. Uangnya yang dimiliki mau diinvestasikan kemana. Apalagi ada Batam, Bangka dan Belitung serta Lombok.
"Tentunya akan dibilang kepada investor, bahwa alam kami bagus. Namun potensi alam semuanya bagus, seperti di Raja Ampat juga alamnya bagus," jelas Isyak Meirobie, Wakil Ketua DPRD Belitung dalam diskusi kecil bersama wakil pimpinan Redaksi Bangka Pos Tariden Turnip di Kantor Bangkapos.com, Senin (16/5/2016).
Isyak memberitahu ke pihak eksekutif agar investor dibentang karpet merah. Dimana karpet merah ini yang akan menarik wisatawan.
Dijelaskan Ketua DPD Partai NasDem Belitung bahwa karpet merah itu memberi insentif kepada investor.
"Tentunya insentif, itu kalau investor membangun infrastruktur pariwisata diberikan potongan insentif pajak. Retribusi dihapuskan dan ijin mendirikan bangunan tidak dipungut bayaran," ungkap Isyak Meirobie.
Bahkan PBB dan BHTB menurut seorang kader partai NasDem, agar itu juga dihapuskan.
Isyak mengemukakan semua investor yang masuk adalah investor pasif. Dan hanya menjadi spekulan lahan.
Bahkan kata Isyak, investor menguasai lahan dan menunggu bom meledak. Selanjutnya ia goreng dan jual dan apa hasilnya. Ini yang berbahaya dan sebagai bom waktu bagi pariwisata di Belitung, sehingga harus ada perda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/isyak-meirobie-wakil-ketua-dprd-belitung_20160516_211147.jpg)