Penambang Coba Menyelamatkan Diri, Tersandung Lalu Tewas Tertimbun Tanah

lokasi penambangan ini diusahakan oleh Toni Aliong (35) di wilayah IUP PT Timah.

Penambang Coba Menyelamatkan Diri, Tersandung Lalu Tewas Tertimbun Tanah
IST
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG  - Tak ada firasat apa pun bagi Novi (28), istri Haryanto (33), korban kecelakaan tambang di Damar, dua hari lalu, Jumat (13/5). Namun, siang itu, anaknya yang paling kecil, Ferdinan (4), tidak mau tidur siang.

"Biasanya rutin tidur siang, nggak susah nyuruh dia tidur siang," ungkap Novi kepada Pos Belitung, ditemui di rumah duka di Jalan Pantai Serdang, Dusun Baru Selatan, Minggu (15/5).

Ia mengaku sama sekali tidak mendapat petunjuk apa pun untuk menandai kepergian sang suami untuk selama-lamanya.

"Semuanya normal, seperti biasa saja," ujar ibu dua anak tersebut, sesekali tetesan bulir air mata keluar lalu diusapnya.

Dinan, sapaan akrab Ferdinan datang lalu duduk manja di pangkuannya, berbicara sesuatu lalu balik ke belakang.

Kedua anak korban yang masih kecil-kecil, Ferdinan yang berusia 4 tahun, dan Fedro 8 tahun, mengetahui perihal ayahnya. Novi, sang ibu, sengaja memperlihatkan saat ayahnya dikuburkan.

"Biasanya yang kecil nanya ayahnya, tapi karena diberi sudah dilihatkan, tak tanya. Mereka dekat sekali dengan ayahnya," ujar Novi yang sehari-hari mengurus rumah tangga.

"Dia (almarhum) orang baik, tidak pernah marah, apalagi sampai mencubit dan memukul anak," ujar Novi, bahkan saat keluarga dan tetangga yang berasal dari Tanjungpandan datang melawat.

Seingat Novi, takdir yang menimpa suaminya tersebut terjadi pada Jumat (13/5), sekitar pukul 17.00 WIB.

"Ada kawan almmarhum datang ke rumah, pakaiannya pun masih kotor, ia datang nyampaikan kabar ini. Waktu itu almarhum sudah dibawa ke puskesmas Damar," tutur Novi.

Halaman
123
Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved