Yusril Punya Dua Pulau, Adik Ahok Miliki Pulau Nepi

Dua pulau yang disebut dikuasai Yusril adalah Pulau Memperak dan Airmasin

Yusril Punya Dua Pulau, Adik Ahok Miliki Pulau Nepi
bangkapos.com/Wahyu K
Sejumlah wisatawan sedang berkunjung ke salah satu objek wisata andalan Belitung, Pulau Lengkuas, Kecamatan Sijuk Sabtu (6/6/2015) pagi. 

26 Pulau di Beltim Dikuasai 39 Individu

BANGKAPOS.COM, MANGGAR  - Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra disebut menguasai dua dari 26 pulau yang dikuasai individu perorangan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Hal itu berdasarkan data yang tercatat di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Beltim.

Selain itu beberapa figur ternama di Pulau Belitung juga tercatat memiliki pulau. Diantaranya adalah Tellie Gozelie, anggota DPD RI asal Babel, dan dua mantan Bupati Beltim, Basuri Tjahaja Purnama dan Khairul Effendi. Tellie disebut menguasai Pulau Lebong di Kabupaten Belitung. Sedangkan Basuri dan Khairul Effendi memiliki pulau di Beltim.

Dua pulau yang disebut dikuasai Yusril adalah Pulau Memperak dan Airmasin. Di Memperak, Yusril tertulis memiliki kebun kelapa dan vila. Sedangkan di Airmasin, tidak tertulis keterangan apapun. Selain Yusril, Pulau Airmasin juga dikuasai empat warga Beltim lainnya. (selengkapnya lihat tabel)

Yusril mengatakan kepemilikan pulau di Belitung adalah hal biasa. Akan berbeda jika hal itu terjadi di daerah lain, terutama Jakarta. Menurutnya, di Jakarta, orang yang memiliki pulau disebut orang kaya.

(BACA : Mengenal Maverick Vinales, Calon Pengganti Lorenzo)

"Di sini, tukang mancing aja punya pulau. Kaya apaan, biasa aja," ujar Yusril ditemui Pos Belitung (Grup Bangka Pos) usai acara sosialisasi UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Tata Administrasi Pemerintahan, di kantor Pekab Betim, Jumat (13/5/2016).

"Jadi seringkali orang Jakarta bilang sama saya, kok di Belitung ada orang punya pulau? Lho ente di sini (Jakarta) kan pulau juga (Pulau Jawa, red). Apa bedanya nguasai pulau kecil yang hanya lima hektare dan tanah 10 hektare di Pulau Jawa? Apa Pulau Jawa itu bukan pulau," lanjut mantan Menteri Hukum dan HAM itu.

(Baca : Mengapa Setya Novanto Begitu Licin, Ini Rekam Jejaknya)

Pria yang juga sempat menjabat Menteri Sekretaris Negara itu kemudian menjelaskan secara hukum adat, kepemilikan tanah di sebuah pulau tidak menggunakan surat-surat. Tetapi kalau penguasaan tanah itu lebih dari 20 tahun dan diakui masyarakat, maka penguasa lahan itu mempunyai prioritas hak atas tanah.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved