Di Bangka Belitung Istri Pejabat Juga Ikut Arisan Online

"Ya memang yang ikut arisan online ini udah banyak, bahkan Bangka paling banyak peminatnya. Dari masyarakat biasa sampai istri pejabat juga ikutan."

Di Bangka Belitung Istri Pejabat Juga Ikut Arisan Online
facebook

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Cak Elok, owner arisan online terbesar dalam Forum Arisan Bangka Belitung, mendatangi Kantor Bangka Pos, Selasa (17/5). Dia membantah pengakuan NR (43), seorang peserta arisan online yang mendapat ancaman karena tidak mampu membayar tagihan arisan yang mencapai ratusan juta.

"Kami tidak pernah mengancam, hanya mendatangi ke rumahnya dengan baik-baik untuk meminta tagihan arisan" kata Cak Elok bersama empat rekannya di Kantor Bangka Pos, Selasa (17/5).

Diberitakan sebelumnya, NR mengaku hidupnya tidak tenang karena terus mendapat ancaman. Ibu empat anak itu terjerat utang hingga ratusan juta setelah ikut arisan online. Pengakuan serupa disampaikan beberapa peserta arisan online lainnya yang ditemui Bangka Pos.

Cak Elok mengatakan NR memiliki tunggakan tagihan sebesar Rp 66 juta. Kepada pemilik kloter terbanyak di arisan online, yaitu sebanyak 400 kloter, NR berutang Rp 16 juta. Cak Elok menyebut NR juga berutang ke member lainnya sebanyak Rp 50 juta.

"Dia utang ke saya Rp 16 juta, ada juga utang Rp 50 juta ke member saya yang lainnya" katanya.

Menurut Cak Elok, langkah NR mengadu ke polisi dan media adalah upaya untuk menghindari gertakan tagihan dari member lain. Meski begitu, Cak Elok akan tetap menagih utang NR.

Bagi Cak Elok, kegagalan NR dalam arisan online dikarenakan tidak pandai mengelola keuangan dan terlalu banyak mengambil kloter arisan online dengan owner lainnya.

"Ya memang yang ikut arisan online ini udah banyak, bahkan Bangka paling banyak peminatnya. Dari masyarakat biasa sampai istri pejabat juga ikutan," tutupnya.

Tak keluarkan izin
Kepala Regional VII Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Bagian Selatan, Lukdir Gultom menyatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin atas arisan online yang marak terjadi di media sosial. Menurutnya, arisan online bukan merupakan lembaga jasa keuangan.

"OJK tidak pernah memberikan izin arisan online karena bukan lembaga keuangan," kata Lukdir saat dihubungi Bangka Pos melalui pesan singkat, Selasa (17/5).

Halaman
12
Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved