Breaking News:

Imam Mardi Menangis Peluk Istri Usai Divonis Bebas Terkait Kasus Korupsi Dana Hibah Rp 1 M

Pemandangan tak biasa pun disaksikan pengunjung sidang ketika istri Imam Mardi mencium lantai teras bagian depan pintu masuk suang sidang.

Bangkapos.com/Ryan Agusta Prakasa
Mantan Sekda Babel Imam Mardi Nugroho ditemani istrinya usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Rabu (18/5/2016). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  - Mantan Sekda Bangka Belitung Imam Mardi Nugroho beranjak dari kursi pesakitan.

Dia berdiri dan membungkukkan badannya ke bawah sesaat setelah majelis hakim Pengadilan Tipikor Pangkalpinang menyatakan dirinya tidak bersalah dalam kasus dugaan penyelewengan penyaluran dana hibah Rp 1 miliar kepada Yayasan El John Babel.

Imam Mardi yang siang kemarin, Rabu (18/5) mengenakan peci hitam dan baju batik warna merah terlihat lega. Dia divonis bebas oleh majelis hakim diketuai Wuryanta.

Satu per satu majelis hakim disalaminya. Tak lama kemudian Imam Mardi disambut istri tercinta, Ny Tuti. Imam tak sanggup menahan lelehan airmatanya ketika sang istri memeluk dirinya.

Pemandangan tak biasa pun disaksikan pengunjung sidang ketika istri Imam Mardi mencium lantai teras bagian depan pintu masuk suang sidang.

Hal itu dilakukan Tuti sebagai wujud sukurnya terhadap putusan majelis hakim pengadilan yang menjatuhkan vonis bebas terhadap suami tercinta.

Tuti, bersukur atas vonis bebas yang dijatuhkan majelis hakim terhadap suaminya.

"Saya bersyukur doa saya dijabah Allah. Putusan majelis hakim itu sudah tepat," kata Tuti usai sidang.

"Ini berkat doa orang yang terzolimi sekaligus berkat doa orang-orang yang terdekat pula," ujar Tuti di hadapan awak media usai sujud syukur di lantai teras luar ruang sidang.

Tuti mengungkapkan dirinya hampir setiap hari memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa dengan harapan agar suami tercinta bebas dari jeratan hukum.

Bahkan dirinya mengaku tak patah semangat ketika mendampigi sang suami menjalani persidangan sebanyak 28 kali.

Pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung menuntut Imam Mardi Nugroho selaku terdakwa dengan tuntutan kurungan penjara selama 1 tahun 6 bulan serta denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan. (rap)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved