Breaking News:

Unyil Lego Motor Curian Seharga Rp 1,5 Juta

Tim gabungan Polsek Kelapa dan Sat reskrim Polres Babar berhasil mengungkap sindikan pencurian sepeda motor

Bangkapos.com/Antoni
Kapolres Bangka Barat, AKBP Daniel Victor Tobing didampingi Wakapolres Kompol AB Arifin dan Kapolsek Kelapa Jhon Piter Tampubolon saat gelar perkara curanmor di ruang Catur Prasetya Polres Babar, Rabu (18/5/2016) sore. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim gabungan Polsek Kelapa dan Sat reskrim Polres Babar berhasil mengungkap sindikan pencurian sepeda motor yang kerap beraksi di wilayah Bangka Barat.

Mereka Apriyanto alias Reno alias Unyil (32) warga Desa Ibul, Kecamatan Simpang Teritip dan Bowo (27) warga Kampung Sidorejo, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Muntok. Keduanya ditangkap di kediaman masing-masing, Kamis (28/4) lalu.

Dari tangan keduanya, polisi menyita enam unit sepeda bermotor berbagai merek, satu kunci leter T dan satu tas sandang bewarna hitam.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Daniel Victor Tobing menyebutkan, penangkapan sindikat curanmor ini berawal dari adanya informasi, disalah satu bengkel di wilayah Simpang Teritip, dicurigai menyimpan satu unit sepeda motor hasil pencurian.

Dari hasil penyidikan Unit Reskrim Polsek Kelapa, sepeda motor jenis Suzuki FU 150 itu, diperoleh dari Unyil dan Bowo.

"Awalnya kami dapat info kalau di sebuah bengkel dicurigai ada motor hasil kejahatan. Dari penyelidikan di lokasi, diketahui motor ini didapat dari dua pelaku ini," ujar Daniel disela-sela gelar perkara di ruang Catur Prasetya, Rabu (18/5).

Tak ingin kehilangan buruannya, unit reskrim Polsek Kelapa mengerebek kediaman Unyil.

Saat digeledah dalam penggerebekan yang dipimpin Kapolsek AKP Jhon Pieter Tampubolon menemukan kunci leter T dan dua unit sepeda motor tanpa dilengkapi surat menyurat.

Berbekal petunjuk dan barang bukti tersebut, polisi melakukan pengembangan dan kembali berhasil mengamankan empat sepeda motor lainnya.

Menurut Daniel, aksi sindikat curanmor ini beraksi di sejumlah Kecamatan diantaranya, Muntok, Jebus, Parittiga dan Kelapa. Aksi kawanan ini telah berlangsung sejak pertengahan tahun 2015 silam.

Saat ini jajaran Polres Bangka Barat terus melakukan pengembangan. Tak menutup kemungkinan, masih ada pelaku, barang bukti, dan TKP lainya.

"Kasus ini masih terus kami kembangkan. Mungkin saja masih ada barang bukti, dan TKP lain. bahkan sampai saat ini masih ada satu pelaku yang kami buru," ujarnya.

Unyil, otak pelaku curanmor menyebut rata-rata motor curian dijual dengan harga Rp 1,5 juta. Ia mengaku, sepeda motor tersebut ia pasarkan di wilayah Bangka Barat.

"Jualnya di Babar saja, rata-rata saya jual sejuta setengah. Biar nggak ketahuan biasa dimodif dan ubah-ubah dulu," ujarnya.

"Mau tak mau mencuri, karena kerjaan tidak ada, sekolah tidak. Uangnya untuk makan sehari-hari," ujarnya. (L3)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved