Abay Terserang Kanker Punggung, Tubuhnya Sulit Bergerak dan Mati Rasa

Hardiansyah Rozikin Akbar disapa Abay terkulai di tempat tidur pasien, ruang Asoka, kamar 3, kelas 2, RSUD Pangkalpinang

Abay Terserang Kanker Punggung, Tubuhnya Sulit Bergerak dan Mati Rasa
bangkapos.com/Yudistira Gatra Praja
Hardiansyah Rozikin Akbar disapa Abay, saat ditemani Miftafudin, ayahnya di ruang tempat tidur pasien, ruang Asoka, kamar 3, kelas 2, RSUD Pangkalpinang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Yudistira Gatra Praja

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hardiansyah Rozikin Akbar disapa Abay terkulai di tempat tidur pasien, ruang Asoka, kamar 3, kelas 2, RSUD Pangkalpinang. ia berbaring menyamping kesebelah kiri bersama jarum infus dibagian lengan tangan kiri dan ditempel popok bayi dibagian punggunggnya.

Bocah berumur enam tahun ini, wajahnya terlihat putih pucat dan lemas ditempat tidurnya sekarang. Sudah seminggu ia dirawat inap di rumah sakit berjuang melawan penyakit kangker punggung yang dideritanya.

Sementara disekujur tubuhnya kinipun sudah sangat sulit untuk bergerak dan kata ayahnya abay, anak yang dulunya penuh semangat kini sudah tidak mepunyai rasa sakit lagi atau mati rasa.

"Abay anak saya kakinya sampai sekarang sudah gak bisa bergerak lagi. Jika kepingin bergerak harus dibantu. Sekarang ini ia terkena penyakit kangker punggung hingga menyebabkan seluruh tubuh anak saya rasa sakit itu sudah tidak ada lagi (hilang). Dari wajahnyapun tidak ada sedikitpun memperlihatkan rasa sakit," kesah ayah Abay, Miftafudin, warga Desa Air Itam, di sekitar Perumahan Puri Bayangkara Kelurahan Tamberan, Pangkalpinang, Kepada bangkapos.com, Jumat (20/5/2016).

Ayah abay mengungkapkan, kondisi penyakit anaknya kini divonis oleh dokter rumah sakit yang menanganinya sudah setadium empat. Yakni sangat kecil harapannya untuk Abay bisa sembuh.

"Kami kini sudah pasrah dek melihat kondisi Abay saat ini, menurut dokter Abay sudah sangat kecil harapan untuk bisa dikatakan sembuh. Karna sudah parah setadium empat dan dengan penangan operasi kata dokter bilang sudah sangat berat, bisa lewat abay. Kini kami hanya bisa," Resah seorang pekerja buruh harian ini.

Menurutnya, usaha penanganan dokter saat ini hanya diberikan infus, obat-obatan dan tranfusi darah.

Penulis: Yudistira Gatra
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved