Penambang TI Kolong PDAM Merawang Tak Kapok Meski Berkali-kali Dirazia

Kolong Merawang PDAM Tirta Bangka tetap menjadi incaran para penambang timah inkonvensional (TI).

Penambang TI Kolong PDAM Merawang Tak Kapok Meski Berkali-kali Dirazia
Istimewa
Direktur PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir bersama Tim Satpol PP Kabupaten Bangka merazia TI di Kolong PDAM Tirta Bangka di Merawang, Jumat (20/5/2016).

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kendati sudah berkali-kali diperingatkan dan dirazia, Kolong Merawang PDAM Tirta Bangka tetap menjadi incaran para penambang timah inkonvensional (TI).

Berkali-kali ditertib para penambang tetap membandel. Untuk itu pihak PDAM Tirta Bangka bersama Tim Satpol PP Kabupaten Bangka, Jumat (21/5/2016) melakukan penertiban dan razia karena para penambang tetap nekat menambang timah.

"Setelah saya ingatkan melalui media cetak serta RRI Sungailiat namun tidak diindahkan bahkan melalui beberapa orang yang saya kenal saya minta untuk distop kegiatan penambangan malam hari di lokasi eks tambang kering karena limbahnya langsung masuk ke kolong sumber air baku PDAM Tirta Bangka masih tidak diindahkan," sesal Direktur PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir kepada bangkapos.com, Sabtu (21/5/2016) malam.

Untuk ia berkoordinasi dengan Kasatpol PP Rozali Romkad membantu merazia dan mengangkat peralatan tambang para penambang TI tersebut.

Para penambang timah tersebut langsung kabur mengetahui ada razia TI.

"Saat kami razia para penambang saya lihat pada pontang panting dan kami hanya menangkap seorang ibu dan anak yang tak sempat lari. Ternyata mereka bukan yang punya alat alat tambang tersebut," kata Wellindra.

Namun begitu peralatan tambang. para penambang timah tersebut akan diangkat ke mobil Satpol PP Pemkab Bangka, baru ada beberapa pemilik peralatan tersebut yang mendatangi mereka.

"Saya menjelaskan dan mereka mengakui menambang malam hari. Dengan mengedepankan penyelesaian persuasif, kami sepakati untuk menstop kegiatan tersebut setelah saya jeleaskan bahwa air kami kotor air baku kami tercemar limbahnya," jelas Wellindra.

Para penambang timah tersebut mengaku terdesak masalah ekonomi karena sulit mendapatkan kerja di sektor lain.

"Biasa saat di tanya alasan 'kampung tengah' (perut-red) dengan tegas saya jelaskan bila ada kegiatan lagi maka saya pastikan akan saya razia walaupun malam hari bila perlu saya berkoordinasi dengan polres dan pol pp," tegas Wellindra.

Dia juga mengingatkan kepada para penambang TI tersebut, kalau para penambang TI ini terjadi kecelakaan seperti tertimbun tanah dan tewas maka pihaknya yang bertanggung jawab karena kolong tersebut dikelola PDAM Tirta Bangka.

"Tetap saya yang akan kena periksa ujung-ujung nya pasal pembiaran mendingan saya cegah dari pada sudah terjadi," tegas Wellindra.

Untuk itu ia mengimbau agar para penambang TI jangan nekat menambang di kolong sumber air baku PDAM.

Wellindra berharap masyarakat sama-sama menjaga kelestarian kolong tersebut.

Penulis: nurhayati
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved