Misteri Mayat Dalam Karung Terungkap, Makelar Tanah Pembunuh Satu Keluarga

Misteri penemuan empat mayat dalam karung, empat hari berturut-turut di Sungai Muara jalur 25 Kecamatan Air Sugihan terkuak

Misteri Mayat Dalam Karung Terungkap, Makelar Tanah Pembunuh Satu Keluarga
Net
Ilustrasi

BANGKAPOS.COM, BANYUASIN - Misteri penemuan empat mayat dalam karung, empat hari berturut-turut di Sungai Muara jalur 25 Kecamatan Air Sugihan, Banyuasin sejak Jumat (13/5) akhirnya terkuak.

Para korban adalah satu keluarga warga Desa Indrapura Kecamatan Muara Sugihan, masing- masing Tasir Bin Sarat (65), Kartini binti Tasir (37), Winarti binti Mansur (14), Ariam binti Antar (6).

Polisi juga sudah menangkap para pelakunya. Ada tiga pelaku yang berhasil diringkus polisi yakni P (Purwanto) (22) warga Desa Tirta Kencana Kecamatan Makarti Jaya, Ak (Abdul Kohar alias Adul alias Ecep (19) warga Desa Tirta Kencana dan NM (Nendi Mulyana) (17) warga desa Tirta Kencana, Minggu (22/5).

Pengungkapan pelaku ini berawal saat polisi meminta informasi dari warga sekitar terkait penemuan mayat yang terjadi 4 hari beruntun sejak Jumat (13/5) sd Senin (16/5) di daerah perairan jalur. Polisi berhasil menangkap salah satu pelaku AK (Abdul Kohar alias Adul alias Ecep) pada Kamis malam (19/5) sekitar pukul 12 malam di rumahnya desa Tirta Kencana Kecamatan Makarti Jaya, lalu kemudian setelah mengembangkan kasus, Sabtu sore (21/5) kembali ditangkap P (Purwanto) dan NM (Nendi Mulyana) di desa Sungai kelambu atau sungai pupuk.

"Iya 3 pelaku sudah kami ringkus. Ketiganya merupakan para eksekutor, sedangkan dua pelaku masih dalam pengejaran yang salah satunya inisial AM (Ahmad Mubarok) merupakan otak pelaku," ujar Kapolres Banyuasin AKBP Prasetyo Rahmad Purboyo.

Menurut cerita warga, Tasir sebelumnya terlibat masalah jual beli tanah dengan salah satu pelaku yang bernama Agus Mubarok yang tercatat sebagai warga Desa Siderejo Kecamatan Muara Padang. Tasir yang ingin membeli tanah Agus Mubarok, kemudian membatalkannya, karena tanah tersebut tidak memiliki dokumen.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadapa para pelaku yang sudah tertangkap, pembunuhan tersebut diawali dengan modus para pelaku ingin merampok uang Tasir. Selain itu pelaku dengan dalih ingin menyelesaikan masalah Tasir dengan pelaku Agus Mubarok.

"Jadi otak perencananya ini merupakan Agus Mubarok yang hingga kini masih buron. Agus mengajak teman-temannya ini dengan iming-iming sejumlah uang jika berhasil membunuh Tasir dan keluarganya," ujarnya.

Awal pembantaian itu Agus Mubarok berjanji akan menyelesaikan permasalahan uang jual beli tanah dengan Tasir pada Kamis (14/5), namun sebelum hari itu, Agus Mubarok telah merencanakan pembunuhan keluarga Tasir. Lalu pada Rabu malam (13/5), Agus Mubarok mengajak 4 pelaku lainnya Purwanto, Abdul Kohar /Adul, Nendi Mulyana dan satu pelaku lainnya Uuk untuk merampok Tasir yang dikira masih memiliki sisa uang hasil menjual rumah di Palembang.

"Jadi AM ini mengajak pelaku lainnya untuk membunuh Tasir dan keluarganya dengan iming-iming sejumlah uang. Lalu pada Rabu malam terjadilah eksekusi itu," jelas Djarot. (tribun sumsel)

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved