TI Apung DAS di Bangka Marak, Gempa Minta Aparat Bertindak Tegas
Aparat harus tegas, aktitas tambang di DAS semakin meraja rela, hutan kita rusak, hutan bakau kita hancur
Penulis: nurhayati | Editor: edwardi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Aktitas pertambangan Tambang Inkonvensional (TI) apung yang semakin marak di sejumlah daerah Aliran Sungai (DAS) membuat aktivis lingkungan dari Gerakan Masyarakat Peduli lingkungan (Gempa) Bangka David Sultan gerah.
Ia minta aparat bertindak tegas bukan hanya bagi penanambang tapi juga penampung atau pemodal timah ilegal.
"Aparat harus tegas, aktitas tambang di DAS semakin meraja rela, hutan kita rusak, hutan bakau kita hancur, kerugian negara akibat Tambang timah ilegal berdasarkan laporan kementerian ESDM sampai tahun 2010 mencapai Rp 82 triliun, lantas siapa sebenarnya diuntungkan, maka para penampung atau pemberi modal timah ilegal juga harus dikejar, jangan cuma masyarakat kecil saja," tegas David.
Selain itu ia juga meminta BPDAS Baturusa untuk dibubar saja sebab menurutnya keberadaan lembaga dibawah naungan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup kurang memberikan dampak positif khususnya untuk penyelamatan DAS di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.
"Seharusnya BPDAS Baturusa melaporkan pengrusakan DAS sejumlah sungai di Bangka ke deputi penindakan agar tim gabungan dari pusat langsung terjun kelapangan karena pemerintah daerah tidak berani bertindak tegas, baik kepada penambang terlebih kepada penampung timah TI apung Ilegal. Kalau keberadaan BPDAS tidak ada manfaatnya malah menambah beban keuangan negara sebaiknya dibubarkan saja," sesalnya.
Seharusnya menurut David keberadaan DAS di sejumlah aliran sungai seperti di Baturusa, Perimping, Mendobarat, dan sungai-sungai lain yang ada di Babel harus dijaga keberadaanya sebab sebagai daerah resapan air, sumber oksigen, sumber mata pencarian sebagian masyarakat, penangkal abrasi, juga penangkal petir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ti-apung-rajuk-di-sungai-perimping-2_20160523_142731.jpg)