PDIP Anggap Budi Gunawan Paling Layak Jadi Kapolri, Ini Alasannya

Sejumlah nama kembali muncul menjelang suksesi di tubuh Kepolisian RI. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti akan memasuki masa pensiun pada Juli mendatang.

PDIP Anggap Budi Gunawan Paling Layak Jadi Kapolri, Ini Alasannya
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Wakapolri, Komjen. Pol. Budi Gunawan (kiri) mendampingi Kapolri, Jenderal Pol. Badrodin Haiti, dalam acara silaturahmi Polri bersama keluarga korban teror Thamrin di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (22/1/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Sejumlah nama kembali muncul menjelang suksesi di tubuh Kepolisian RI. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti akan memasuki masa pensiun pada Juli mendatang.

Siapa yang dianggap layak menggantikan Badrodin?

Sempat muncul wacana perpanjangan jabatan Kapolri karena dianggap belum ada calon yang menonjol.

Anggota Komisi III asal Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu berpendapat berbeda. Ia menilai, ada tujuh jenderal bintang tiga yang layak dinominasikan sebagai calon kapolri.

Mereka adalah Wakapolri Komjen Budi Gunawan, Kepala BNN Komjen Budi Waseso, Kepala BNPT Komjen Tito Karnavian, Kalemdikpol Komjen Syafruddin, Kabaharkam Polri Komjen Putut Eko Bayuseno, Irwasum Polri Komjen Dwi Priyatno, dan Sekretaris Utama Lemhanas Komjen Suhardi Alius.

"Bila kepemimpinan Jenderal Badrodin tidak diperpanjang, maka Wakapolri Budi Gunawan sangat tepat untuk menduduki jabatan Kapolri," kata Masinton, di Kompleks Parlemen, Senin (23/5/2016).

Menurut dia, ada sejumlah alasan kenapa Budi dianggap paling layak. Pertama, mantan Kalemdikpol itu dinilainya cakap selama menjabat sebagai Wakapolri mendampingi Badrodin.

Faktor lain yaitu keberhasilan Badrodin dan Budi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak 2015 lalu.

"Dan tugas selanjutnya adalah melakukan pembenahan dan pembinaan berkesinambungan institusi kepolisian yang bekerja profesional dan baik," lanjut Masinton.

Kendati demikian, hingga kini belum ada sinyalemen dari Presiden Joko Widodo untuk mengganti Badrodin dalam waktu dekat. Meski pun masa jabatan jenderal bintang empat itu akan berakhir pada Juli 2016 mendatang.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved