PDIP Anggap Budi Gunawan Paling Layak Jadi Kapolri, Ini Alasannya

Sejumlah nama kembali muncul menjelang suksesi di tubuh Kepolisian RI. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti akan memasuki masa pensiun pada Juli mendatang.

PDIP Anggap Budi Gunawan Paling Layak Jadi Kapolri, Ini Alasannya
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Wakapolri, Komjen. Pol. Budi Gunawan (kiri) mendampingi Kapolri, Jenderal Pol. Badrodin Haiti, dalam acara silaturahmi Polri bersama keluarga korban teror Thamrin di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (22/1/2016). 

Badrodin menyebut, hingga kini para jenderal bintang tiga di internal Polri belum menggelar sidang Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) sebagai mekanisme pengusulan nama kepala Polri kepada Presiden.

Ia juga tak dapat memastikan kapan sidang Wanjakti akan dilangsungkan.

Masinton mengatakan, jika memang Presiden hendak mengganti Badrodin, maka proses itu harus dimulai dalam waktu dekat.

"Sesuai Pasal 38 Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian. Nama-nama calon Kapolri harus sudah diusulkan ke Presiden sekitar 30-40 hari sebelum Badrodin pensiun pada 24 Juli mendatang," ujar dia.

PDI-P sudah menyatakan akan mendukung Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Saat pemilihan kepala Polri Januari 2015 lalu, Jokowi mengusulkan Budi Gunawan kepada DPR. Namun, Budi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Jokowi pun akhirnya membatalkan pelantikan Budi meski yang bersangkutan sudah lolos uji kepatutan dan kelayakan di DPR dan memenangi gugatan di praperadilan.

Jokowi akhirnya menunjuk Badrodin Haiti sebagai Kapolri dan Budi Gunawan menjadi Wakapolri.

Hingga saat ini, belum jelas sikap Presiden soal jabatan kepala Polri.

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved