Gadis Pemali Calon Sekretaris Ini Diperkosa dalam Mobil

''Pelaku mengajak korban dengan mempekerjakan sebagai sekretaris namun diajak keliling-keliling, dalam mobil, pelaku mencabuli korban.''

Gadis Pemali Calon Sekretaris Ini Diperkosa dalam Mobil
Bangka Pos / Fery Laskari
Polres Bangka menggelar konfrensi pers kasus pencabulan Bunga (15), nama samaran. Tampak para tersangka didampingi Kabag Ops Kompol Ridwan Rajadewa, Kasat Reskrim AKP Andi P dan Penyidik Unit PPA Polres Bangka, Rabu (25/5/2016). 

SUNGAILIAT, BN - Belum lagi tuntas kasus pencabulan menimpa Bunga (15) oleh 13 pelaku, ternyata muncul kasus pencabulan lainnya di wilayah Kabupaten Bangka. Kasus terbaru ini memiliki modus yang sama.

BACA: Pertama di Indonesia, Warga Malaysia Ini Disandera Gara-gara Pajak di Babel

Tersangkanya berinisial FL alias AR (21), warga asal Batubelubang, Bangka Tengah. Sedangkan korban, gadis remaja usia 16 Tahun asal Desa Pemali, Bangka, sebut saja namanya Melati.

BACA: Ramah Lingkungan, Perusahaan Ini Buat Cas HP di Pot Bunga

"Ini kasus lain, kasus cabulnya berbeda," kata Kabag Ops Kompol Rajadewa, mewakili Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana, Rabu (25/5).

BACA: PENJAHAT SEKS ANAK DI BAWAH UMUR DIKEBIRI INI PERPPUNYA

Mengenai kronologis kejadian, dijelaskan oleh Rajadewa. Perkara satu ini bermula saat Tersangka FL alias AR (21) datang menemui korban, Melati (16). Pelaku, FL alias AR menjanjikan sebuah pekerjaan pada korban, sebagai sekretaris.

"Tersangka FL alias AR (21), dimana pelaku mengajak korban dengan mempekerjakan sebagai sekretaris namun diajak keliling-keling, kemudian sampailah mereka di Pantai Batubedaun Sungailiat. Di dalam mobil, pelaku mencabuli korban," katanya.

BACA: REMAJA ASAL LAMPUNG DIGILIR 13 PRIA DI BANGKA, PELAKU MENGAKU MEMBAYAR 

Sama seperti, pelaku pencabulan pada korban Bunga (15), pelaku pencabulan pada korban Melati (16), juga dijerat ancaman pidana maksimal. Tersangka FL alias AR, terancam pidana 15 tahun penjara, karena diduga melanggar UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. "Ancamannya sama, Undang-Undang Perlindungan Anak," kata Rajadewa.

Mengenai sepak-terjang Tersangka FL alias AR, menurut Rajadewa, tak perlu diragukan lagi.

Tersangka FL, sebelumnya pernah dipenjara dalam kasus penipuan. Dia pernah ditahan di Lembaga Pemasyarakan Bukitsemut, selama beberapa bulan.

BACA: Mbah Mijan Mengaku Telah Berkomunikasi dengan Arwah Eno, Hasilnya Bikin Merinding

"FL alias AR ini merupakan residivis kasus penipuan," tegasnya. (fly)

Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved