Kena Razia, Juni Buntung Nekat Tabrak Motor Polisi

Juni Buntung (39) yang diberhentikan anggota Polsekta Gandus Palembang berusaha kabur dan menabrak motor milik Bripka Trie Nurhayadi.

Kena Razia, Juni Buntung Nekat Tabrak Motor Polisi
bangkapos.com/dok
Razia kendaraan 

BANGKAPOS.COM, PALEMBANG - Di bawah pengaruh minuman keras dan sabu, Jono Kartiko alias Juni Buntung (39) yang diberhentikan anggota Polsekta Gandus Palembang berusaha kabur dan menabrak motor milik Bripka Trie Nurhayadi.

Aksi nekat Jono untuk kabur dari razia yang dilaksanakan. pada Minggu (22/5) sekitar pukul 01.00 di Jalan PSI Kenayan lalu, membuat motor Bripka Trie rusak parah, karena ditabrak mobil Honda CRV warna Hitam BG 14XX KB yang dikendarai Jono.

Bripka Trie bersama anggota Polsek Gandus lainnya memang sedang melaksanakan razia rutin dan saat Bripka Trie hendak memberhentikan mobil yang dikendarai Jono. Sesaat hendak melihatkan surat-surat kendaraan, seketika itu Jono langsung tancap gas.

Akibatnya mobil yang dikendarai warga Jalan PSI Kenayan,Lorong Gayam RW 03 Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus Palembang ini menabrak sepeda motor milik Bripka Trie dan terseret sejauh 200 meter.

"Karena takut, aku tidak berani pulang dan menginap di hotel. Memang saat itu lagi bawaan minum dan sabu, Jadi ketika hendak diberhentikan aku gugup dan langsung tancap gas," katanya saat diamankan. di Polsek Gandus Palembang, Kamis (26/5).

Pria yang pernah mendekam di penjara karena kasus penganiayaan ini mengaku tidak sadar, bila mobil yang telah dikendarainya menabrak motor polisi. Terlebih, ketika itu juga ia menyalakan musik dengan keras di dalam mobil.

Kapolsek Gandus Palembang AKP Dedi Rahmat menuturkan, tersangka ditangkap anggota pada Kamis (26/5) sekitar pukul 01.00 saat melintas di Jembatas II Palembang.

"Anggota sempat melepaskan tembakan peringatan, tetapi tersangka ini tidak menggubrisnya," katanya.

Kejadian ini tidak mengakibatkan Bripka Trie mengalami luka atau cedera, hanya saja sepeda motornya yang rusak berat. Tindakan Jono dikenakan pasal 406 KUHP. Sedangkan untuk narkoba akan dilakukan tes urine terlebih dahulu.

"Jika memang positif setelah dilakukan tes urine, akan diserahkan ke BNNP untuk ditindak lanjuti masalah narkobanya," pungkasnya.(tribun sumsel)

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved