Pertemuan Bahas Tambang Nono Jurung Nyaris Ricuh

Warga yang kontra pertambangan TSK 11.7 menilai warga yang masuk kebanyakan warga pro Nono.

Pertemuan Bahas Tambang Nono Jurung Nyaris Ricuh
bangkapos.com/dok
DPRD Kabupaten Bangka bersama Pemkab Bangka dikawal Polres dan Satpol PP Bangka, Senin (23/5/2016) mendengarkan aspirasi perwakilan warga Desa Riding Panjang dan Desa Baturusa terkait permasalahan tambang skla kecil yang dikelola Nono di Ruang Rapat Banmus DPRD Kabupaten Bangka. 

BANGKAPOS.COM, SUNGAILIAT -- Pertemuan antara warga Riding Panjang dan warga Baturusa, Kamis (26/5) untuk menyelesaikan persoalan tambang skala kecil (TSK) 11.7 Air Jangkang yang terletak di dua desa tersebut dikelola PT Tambus Jaya milik Sarjono (Nono Jurung) berlangsung ricuh.

Pertemuan atas undangan pihak PT Timah Tbk ini, sempat memanas ketika semua perwakilan warga desa itu mau masuk ke ruang pertemuan. Warga yang kontra pertambangan TSK 11.7 menilai warga yang masuk kebanyakan warga pro Nono.

"Kami menghargai pemerintah pak sampai 12 kali ada pertemuan. Dari pihak Sarjono ada orang yang tidak diundang masuk, kebanyakan mereka yang di dalam," protes Sopian, warga Riding Panjang di depan pintu masuk ketika pihak Satpam PT Timah Tbk meminta hanya lima warga dari kedua desa yang bisa masuk ke ruang pertemuan di Wasprod Sungailiat PT Timah Tbk.

Rekan Sopian juga sempat emosi. Dia menuntut agar perwakilan warga yang datang bisa masuk semua ke ruang rapat.

"Kami tidak mau dibodohi. Ini sudah zaman kemerdekaan pak," teriak warga tersebut.

Menanggapi kericuhan tersebut, Sekda Bangka H Fery Insani yang hadir dalam pertemuan itu berusaha menenangkan warga. "Kita berpikir tenang pak. Sabar dulu. Kita kan sama-sama orang Bangka, jangan ribut. Kita hargai PT Timah Tbk," ungkap Fery berusaha menenangkan warga.

Namun warga tetap ricuh sehingga hampir terjadi bentrok fisik antara warga yang pro dan kontra. Hujan dan petir yang mengiringi keributan tersebut seolah tidak mampu meredam hati warga yang emosi.

Tanpa memperdulikan hujan deras, Fery mengiring warga menjauh dari depan Kantor Wasprod PT Timah ke tempat parkir kendaraan.

Setelah bernegosiasi dengan warga akhirnya Fery berhasil menenangkan warga yang datang dan pertemuan dilanjutkan yang hanya diwakili kades kedua desa tersebut.

Kades Baturusa Maryanto mengatakan kedatangan warga ke Wasprod Sungailiat PT Timah Tbk ini karena undangan pihak perusahaan BUMN tersebut untuk menghadiri pertemuan antara pengelola Tambang Skala Kecil (TSK) 11.7 Air Jangkang yang dikelola Nono Jurung.

Halaman
12
Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved