Shisha Lagi Tren, Ternyata Bisa Menyebabkan Penyakit Ini
Kegandrungan anak muda Bangka terhadap shisha atau rokok Arab membuat pemilik Vian Zippo mampu meraup omzet Rp 10 juta per bulan
BANGKAPOS.COM -- Kamu suka menghisap shisha? tahukah shisha sangatlah berbahaya bagi paru-paru.
Dr Delvin kepada bangkapos.com mengatakan dampak kesehatan (mengisap shisha--red) sama dengan rokok.
"Yang diisap asap juga, bisa menyebabkan tersumbat pada saluran pernapasan secara menyeluruh atau lokal," kata Delvin.
Ia menjelaskan jika sudah kronis dikenal dengan penyakit PPOK (pulmonari obstruktif kronis). Kalau lokal membuat beberapa bagaian paru yang infeksi disebabkan partikel-partikel dari shisha.
"Jangankan shisha, istilahnya udara biasa saja partikel polusi dari kendaraan, pembakaran sampah, bisa nimbulin efek juga ke paru-paru," kata dia.
Tidak ada manfaat dari shisha. Lebih ke tren anak muda zaman sekarang untuk mengonsumsi shisha.
Bisnis Shisha cukup menggiurkan. Saat ini, Kegandrungan anak muda Bangka terhadap shisha atau rokok Arab membuat pemilik Vian Zippo mampu meraup omzet Rp 10 juta per bulan. Vian Zippo merupakan toko peralatan shisha yang terletak di kawasan Jalan KH Abdurrahman Siddik Pangkalpinang.
Sang pemilik toko, Silvian, menggeluti bisnis tersebut sejak satu tahun lalu. "Kenal shisha dari tahun 2011, lihat tren shisha semakin berkembang dan di Bangka juga sudah mulai. Karena keterbatasan dana, coba jual dulu dari peralatan shisha," kata Silvian, belum lama ini.
Shisha atau biasa juga disebut hookah merupakan gaya merokok tembakau ala Timur Tengah. Cara merokok shisha berbeda dengan mengisap rokok tembakau pada umumnya. Shisha menggunakan tabung yang berisi air. Di dalam tabung itu, tembakau dipanaskan dengan ditambahkan rasa buah-buahan.
"Shisha ini kan pengganti rokok yang bisa dikonsumsi semua kalangan, baik pria maupun wanita, remaja maupun dewasa. Lihat peluang ini, saya coba dikit-dikit untuk jualan," ujar Silvian.
Vian Zippo menyediakan berbagai peralatan shisha dan tembakau dengan berbagai rasa. Ada 14 kafe yang mengandalkan pasokan peralatan shisha dari toko tersebut. Belasan kafe itu tersebar di berbagai wilayah Pulau Bangka.
"Yang sudah jadi langganan ada 14 kafe yang ambil mulai dari Payung, Pangkalpinang, Toboali dan daerah lainnya juga. Saya juga barangnya masih kirim dari Jakarta," kata pria berusia 26 tahun tersebut.
Menurutnya, bisnis ini masih menjanjikan keuntungan. Ia bahkan bisa memperoleh omzet Rp 10 juta per bulan dari penjualan peralatan shisha.
Silvian menyebutkan, banyak orang pribadi yang memiliki bong (alat isap) untuk menikmati shisha di rumah. Pelanggannya pun didominasi orang pribadi usia remaja. "Kebanyakan yang beli ini pribadi, tapi mereka mulai dari bong yang mini, small, dan medium. Kalau jumbo biasanya untuk kafe," ujarnya.
Di tokonya, bong dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 135.000 sampai Rp 1.200.000. Ukuranya yakni mini, small, medium, dan jumbo. Adapun merek yang ditawarkan adalah Ager, Hooka, Al- Fakher, dan Tunisi yang merupakan produk Arab dan Tiongkok.
"Ada kisaran harganya lah, tergantung bahan pembuatannya juga. Bentuknya juga macem-macem, ada yang ular, Menara Eiffel, banyaklah kalau bentuknya," kata pria yang akrab disapa Vian.
Sedangkan slang pengisap, ia bandrol seharga Rp 35.000-Rp 130.000. Ukuran slang yang disediakan yakni kecil, sedang, protex yang terdiri atas satu hingga empat cabang.
Silvian juga menjual tungku bong ukuran kecil hingga yang berbentuk empat tungku, dan bara untuk pembakaran bong yang terbuat dari batok kelapa sehingga aman bagi kesehatan. Ada pula alumunium foil, sedotan slang, dan peralatan shisha lainnya.
"Kita lengkap ya, ada semua. Kalau untuk bara ini aman karena dari batok kelapa. Harga per bungkusnya mencapai Rp 17.000. Alumunium foilnya ada jenis yang mudah sobek dan enggak, tinggal pilih," jelasnya.
Tak hanya itu, Vian Zippo juga menyediakan tembakau dengan berbagai varian rasa. Tembakau merek Al-Fakher dan Afzal dibanderol seharga Rp 35.000 per kotak. Sedangkan Doobacco dijual seharga Rp 45.000.
Ada sekitar 30 varian shisha yang disediakan di toko tersebut. Untuk rasa, biasanya dihasilkan dari tembakau basah yang diolah dengan buah-buahan. "Banyak rasanya, bubble gum, anggur, jeruk, pisang, two apple, stroberi, blueberry, mint, kiwi, cokelat, cappucino, banana split, dan lainnya. Banyak rasa, tapi yang paling dicari itu produknya Al-Fakher. Ini kan memang standar dunia dan kadang barangnya sampai mutus (langka) kalau enggak distok," ujar Silvian.
Lebih lanjut, dia mengatakan, peralatan shisha seperti bong dan slang, juga memerlukan perawatan agar tetap indah dan tidak apak atau tidak menimbulkan bau tak sedap. Sebaiknya bong dibersihkan menggunakan pasir pantai.
"Kalau bong bisa dicuci dengan pasir pantai agar tembakau yang dari rasa-rasa itu kan jutuh ke bawah yang air itu dan otomatis akan nempel kan. Nah, dengan pasir pantai ini bisa kembali normal," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/shisha_20160529_125331.jpg)