Jumat, 24 April 2026

Hei Penambang, Jangan Rusak Laut Tempat Kami Mencari Makan

Teluk Kelabat secara turun menurun menjadi tempat nelayan menangkap ikan, kerang, siput hingga kepiting rajungan.

Bangka Pos / Riyadi
Masyarakat pesisir di Kelurahan Air Jukung dan nelayan Teluk Kelabat unjuk rasa menolak rencana TI apung rajuk ilegal yang akan beroperasi di perairan Batu Kerang Teluk Kelabatdi Kantor Kecamatan Belinyu, Senin (30/5/2016). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Nelayan Teluk Kelabat Kecamatan Belinyu meminta pemerintah dan aparat terkait, untuk mencegah dan melarang tambang inkonvensional (TI Apung) rajuk masuk ke perairan Batu Kerang Teluk Kelabat dalam di Kelurahan Air Jukung.

Hal itu disampaikan Karmandi, nelayan Teluk Kelabat, dalam aksi unjuk rasa menolak rencana TI apung yang akan masuk dan beroperasi dilokasi tersebut. TI Apung adalah alat yang digunakan untuk menambang di laut.

"Jangan biarkan Teluk Kelabat dalam diobok-obok TI apung. Kami yang demo ini rata-rata nelayan," kata nelayan setempat Karmandi kepadabangkapos.com Senin (30/5/2016).

Kepala Lingkungan (Kaling) II Air Jukung Hartoni mengatakan, masyarakat yang melakukan unjuk rasa ada sekitar seratusan orang.

"Mereka masyarakat tapi juga nelayan. Lingkungan Teluk Kelabat dalam harus dijaga, jangan sampai ada TI apung masuk," kata Hartoni.

Unjuk rasa ini mendapatkan pengamanan dari Polsek dan Koramil Belinyu. Massa ditemui oleh Pegawai Kantor Camat Belinyu dan Kapolsek Belinyu Kompol Jimmy Kurniawan.

Bila tambang inkonvensional (TI apung) masuk ke perairan Batu Kerang Teluk Kelabat dalam di Kelurahan Air Jukung Kecamatan Belinyu, maka tiga lokasi disekitarnya yakni Sungai Berok, Batu Dinding dan Mengkubung, juga akan terancam.

"Sungai Berok, Batu Dinding dan Mengkubung, posisinya ada disekitar Batu Kerang, semuanya di Teluk Kelabat dalam, kalau TI apung nanti sampai masuk ke Batu Kerang, maka tiga lokasi disekitarnya juga akan terancam keberadaan TI apung," kata masyarakat dari Air Jukung juga nelayan Teluk Kelabat Karmandi.

Teluk Kelabat secara turun menurun menjadi tempat nelayan menangkap ikan, kerang, siput hingga kepiting rajungan.

Nelayan yang melaut di Teluk Kelabat tidak hanya nelayan dari Belinyu saja, tapi dari Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka dan daerah pesisir di Kecamatan Parittiga, seperti Bakik, juga menggantungkan peraira Teluk Kelabat sebagai daerah tangkapan.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved