Video: Cara Membuat Gasing Kayu Khas Warga Kelapa
Secara umum gasing yang dibuat dari kayu pelawan ini. Tapi bisa juga menggunakan kayu nangka, cempedak atau kayu mengeris
Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Di kala ada waktu senggang, Ajung warga Kelurahan Kelapa Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat, memanfaatkan waktu luangnya, untuk membuat gasing.
Kalau dalam satu hari tidak bekerja, waktunya kadang dimanfaatkan untuk membuat gasing.
Dalam satu hari full, bisa menghasilkan sepuluh buah gasing payung.
Secara umum gasing yang dibuat dari kayu pelawan ini, gasing jenis payung.
Karena gasing payung paling banyak dipesan anak-anak atau orang dewasa.
"Sesuai pesanan lah membuatnnya, lumayan juga hasilnya, untuk nambah-nambah penghasilan keluarga. Tapi rata-rata kalau disini banyak pakai gasing payung, kalau gasing parerong jarang dipakai, termasuk gasing bunut, kalau di daerah Kelapa juga jarang dipakai untuk adu ketangkasan main gasing," kata Ajung kepada bangkapos.com Rabu (1/6/2016).
Gasing kijang langsing juga sering dipakai, tapi jarang orang membuatnya.
Gasing payung paling disukai anak-anak dan orang dewasa, baik digunakan saat adu pangkak maupun permainan biasa.
Permainan tradisional tersebut, hampir setiap hari dimainkan masyarakat di Kelurahan Kelapa Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat.
Saat bermain gasing, rata-rata mereka menggunakan gasing payung.
"Gasing payung paling laku dan digunakan untuk pangkak. Kalau gasing bunut jarang digunakan," kata Ajung.
Ajung membuat gasing, kadang kalau ada pesanan, tapi kadang saat tidak ada pesanan juga membuat gasing, untuk dipakai sendiri.
Hal serupa diakui Itam. Ia juga kerap membuat gasing. Tapi yang dibuat gasing jenis payung.
"Biasanya yang minta tolong anak-anak, karena disini anak-anak banyak yang main gasing," katanya.
Jenis kayu yang bisa dibuat gasing, umumnya kayu pelawan, karena keras dan tahan.
Kayu lainnya seperti kayu cempedak (nangka) bisa saja untuk gasing, keras tetap keras, tapi ringan.
"Kayu lain yang bagus untuk gasing, yakni kayu menggeris," ujarnya.