Eksklusif

Apotek di Pangkalpinang Jual Pil Aborsi, Tanpa Resep Rp 50-150 Ribu/Pil

Bangka Pos sempat ditawari pil yang sama seharga Rp 150 ribu per satu pil.

Apotek di Pangkalpinang Jual Pil Aborsi, Tanpa Resep Rp 50-150 Ribu/Pil
bangkapos.com
Pil aborsi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Satu apotek di Pangkalpinang kedapatan menjual obat yang disebut sebagai pil aborsi. Pil itu diperoleh Bangka Pos saat menelusuri keberadaan pil yang sebelumnya dipasarkan di sebuah grup jual beli Bangka Belitung di jejaring sosial, Facebook.

Satu pil aborsi yang dibeli Bangka Pos dihargai Rp 50.000. Bangka Pos sempat ditawari pil yang sama seharga Rp 150 ribu per satu pil. Pil itu ditawarkan seorang warga yang disebut bermukim di kawasan Airitam, Pangkalpinang.

"Udah telat berapa lama? Biasanya obat ini kita jual untuk orang yang sakit maag dan lambung kayak nenek yang udah menapouse tapi ada juga yang pakai untuk membersihkan reproduksi wanita," kata petugas apotek yang ditemui Bangka Pos, Kamis (2/6/2016).

Diberitakan sebelumnya, pil yang disebut sebagai pil aborsi dipasarkan di sebuah forum jual beli Bangka Belitung di situs jejaring sosial, Facebook. Pil itu tergolong obat keras dan hanya bisa dibeli dengan resep dokter.

(TONTON : Raffi Ahmad Ketahuan, Deketin Bagian Sensitifnya ke Tangan Ayu Ting-ting) 

Kemarin, Bangka Pos sedikitnya menyambangi tujuh apotek yang ada di Pangkalpinang. Hampir semua petugas menyebut pil aborsi yang disinggung Bangka Pos harus dibeli dengan resep dokter.

Namun, satu petugas apotek di kawasan Jalan Mentok, Pangkalpinang tidak menanyakan resep dokter dan menjualnya kepada Bangka Pos.

Petugas apotek itu mengaku tidak tahu persis cara konsumsi pil aborsi yang dibeli Bangka Pos. Dia menyebut penggunaan pil itu tergantung kebutuhan.

"Ka (kamu) browsing lah berapa kali makan e, karena kan setiap orang beda-beda kalau yang ada resep dokter ada yang 2 keping langsung beli, tapi ka cari-cari lah," katanya sembari bergegas memasukkan obat yang dimaksud ke kantong plastik.

(BACA : Inilah Tanda Wanita Minta Diajak ke Ranjang)

Petugas Apotek itu juga tidak bisa memberikan nota atau kuitansi pembelian atas dua jenis pil aborsi. Beralasan tidak ada resep dokter, dia juga menegaskan dirinya tidak bertanggungjawab atas efek yang ditimbulkan dari pengonsumsian obat tersebut.

"Dak (tidak) bisa ku kasih nota (pembelian), kan dak de resep, kalau ade ape-ape ku dak tanggungjawab ok, gi lah (pergi lah) pulang kalau la (sudah) selesai ku nek (mau) tutup," katanya sambil menyerahkan uang kembalian dan bergegas kedepan untuk menutup rooling door apotek.

Halaman
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved