Kamis, 7 Mei 2026

Mahasiswa Asal Sulawesi Ini Dikabarkan Jadi Korban Bom di Turki

Aswar Abadi Arsyad, mahasiswa Istanbul University Turki, membantah pemberitaan yang menyebut dirinya jadi korban bom.

Tayang:
Editor: fitriadi
Dok Pribadi
Aswar Abadi Arsyad, mahasiswa Jurusan Fisika Istanbul University Turki. 

BANGKAPOS.COM - Sebuah serangan bom terjadi di Instanbul, Turki, Selasa (7/6/2016) pagi.

Bom meledak di dekat stasiun metro Vezneciler, Kawasan Beyazit.

Seorang warga asal Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, bernama Azwar Abadi Arsyad disebut-sebut menjadi korban bom itu.

Mahasiswa Jurusan Fisika, Istanbul University tersebut terkena luka ringan di kepala akibat plafon ruangan kelasnya ambruk karena getaran bom.

Lantas gimana detik-detik peristiwa ledakan itu?

"Saya pikir gempa, kita semua di kelas 10 menit lagi masih ujian, lalu semuanya nangis," ujar Azwar Abadi saat menelpon beberapa saat setelah kejadian dengan nada panik seperti dalam rilis yang dikirim Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki, Selasa (7/6/2016).

Mahasiswa di Turki pada umumnya sedang menghadapi ujian akhir semester.

Menurut dia, ujian akan dimulai pukul 09.00 waktu setempat.

"Kaca kaca kampus juga pecah terkena goncangan, sepertinya ujian bakal di tunda sore hari atau mungkin minggu depan," kata Azwar melanjutkan.

Menurut pengakuan Azwar yang langsung menelpon usai kejadian, dia segera menghindari keramaian dan mencuci kepalanya yang terluka.

"Suara ledakan terdengar cukup jauh hingga radius lebih dua kilometer. Kita yang baru pulang dari Masjid Fatih Cami pun mendengar ledakan," katanya.

Mungkin karena terlalu pagi juga, bulan puasa, cuaca sedikit hujan jadi belum banyak aktivitas, maka suara bom sangat mengguncang.

Azwir Nazar yang didampingi Ongky Duta Pratama menghubungi teman teman usai mendengar ledakan.

Menurut data yang dimiliki PPI Turki, sedikitnya ada tujuh mahasiswa asal Indonesia Indonesia yang kuliah di Fakultas FEN (Sains) Istanbul University.

Di komplek tersebut ada tiga fakultas yaitu Edebiyat (Sastra), Su ürünleri (Perikanan), dan Fen (Sains).

Lokasi bom persis berada di dekat kampus nya di Fakultas Sains (Fen) Istanbul University di depan stasiun Metro Vezneciler bawah tanah sehingga membuat kaca dan bangunan sekitar rusak parah.

Pusat kampus Istanbul University terletak di daerah Beyazit sekitar 700 meter dari stasiun metro Vezneciler.

Bantah jadi korban bom

Aswar Abadi Arsyad, mahasiswa Jurusan Fisika Istanbul University Turki, membantah pemberitaan yang menyebut dirinya jadi korban bom yang meledak di dekat kampusnya, dekat Stasiun Metro Vezneciler, Kawasan Beyazit, Istanbul, Turki, Selasa (7/6/2016).

"Saya bukan korban bom tersebut seperti yang diberitakan, tapi saya hanya kena getaran dari bom tersebut sehingga gedung tempat saya final bergetar dan semua panik," kata pria asal Kabupaten Pangkep Sulsel, tersebut via video call kepada orangtuanya, di Pangkep.

Melalui video itu, Aswar memperlihatkan lukanya juga tidak seperti yang dikabarkan sebelumnya. [Baca juga: Azwar Kirim Foto Ruang Kuliahnya yang Rusak Akibat Getaran Bom]

"Cuma luka sedikit, hanya tergores di bagian kening, bukan dijahit seperti pemberitaan, kasian juga ibu bapak saya di kampung," katanya.

Dia pun mengabarkan, semua teman kuliahnya sehat dan aman.

"Saya waktu pas jatuh plafon saya lihat ke atas, itu lah luka sedikit keningku tapi saya masih sempat menghindar.

jadi cuma tergores saja dan benjol sedikit di kepala tapi sekarang sudah hilang,"

Azwar sedang makan sahur saat dihubungi ibundanya.

Tribunpangkep.com berada di kediaman keluarga Aswar, di Jl Andi Caco, Kelurahan Tumampua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Rabu (8/6/2016).

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved