Balita Terpanggang saat Ibunya Pergi ke Tempat Karaoke

Anak balita tewas dalam kebakaran rumah di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Balita Terpanggang saat Ibunya Pergi ke Tempat Karaoke
TRIBUN KALTIM/PURNOMO SUSANTO
Kebakaran melanda rumah di Gang Bayataka, RT 15, Desa Malinau Kota, Malinau, Selasa sekitar pukul 23.45 Wita. Dalam peristiwa ini seorang balita tewas terpanggang dalam musibah tersebut. Tampak sang ibu yang menangis menyesal telah meninggalkan anaknya tidur sendirian. 

BANGKAPOS.COM, MALINAU - Kebakaran melanda rumah di Gang Bayataka, RT 15, Desa Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Selasa (7/6/2016) sekitar pukul 23.45 Wita.

Tragisnya, tidak hanya menghanguskan satu unit rumah, anak balita bernama Muhammad Rizky (2) ikut tewas terpanggang dalam musibah tersebut.

Kejadian berawal dari padamnya listrik di sekitaran Kecamatan Malinau Kota pukul 10.00 hingga 11.30 Wita.

Ibunda Rizky, Fatimah Ashari (25) menyalakan lilin untuk menerangi rumah yang gelap gulita. Dua lilin diletakkan di dua tempat, di dalam kamar dan ruang tamu.

Bukannya menjaga anak di rumah saat listrik padam, usai menyalakan lilin, Fatimah malah meninggalkan rumah bersama adiknya, Adri (18) pergi ke tempat karaoke di salah satu hotel di Malinau Kota.

"Kamu tidak tahu bagaimana stresnya saya dengan permasalahan yang menimpa saya sekarang ini. Saya itu perlu hiburan, makanya saya keluar karaoke dengan adik," ujarnya sambil tersedu-sedu saat ditanya penyidik Polres Malinau, Rabu (8/6/2016).

Fatimah mengungkapkan, saat pergi dari rumah, anaknya tengah tertidur pulas dengan ayah kandung dan kedua adiknya. Namun naas, api dari lilin yang dinyalakan ibu satu anak ini membakar rumah dan memanggang anak semata wayangnya.

"Saya tinggalkan rumah itu masih ada Bapak saya dan dua adik saya yang masih kecil-kecil," beber Fatimah yang diperiksa sebagai saksi.

Selain Fatimah, polisi juga memeriksa beberapa orang saksi termasuk adik kandung Fatimah, Ardi (18) dan ayah Fatimah, Ibnoh Basri (56).

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan kepada para saksi soal kronologi kejadian kebakaran yang menewaskan Rizky.

"Saya ingin bertemu suami saya. Saya mau minta maaf. Saya menyesal meninggalkan Rizky di rumah. Saya syok sekali. Masa saya tidak melihat pemakaman anak saya sendiri," jeritnya saat diperiksa di Ruang Pidum Polres Malinau.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved