Pemilik tak Bisa Tunjukan Izin, Polisi Angkut Ratusan Krat Bir

Tim Satuan Intelkam Polres Pangkalpinang mengamankan berkrat- krat bir dalam kemasan kaleng dan botol

Pemilik tak Bisa Tunjukan Izin, Polisi Angkut Ratusan Krat Bir
bangkapos.com/dok
Anggota Polres Pangkalpinang menurunkan ribuan botol bir dan bir kaleng usai disita dari kawasan Kerabut Pangkalpinang Selasa (8/6/2016). 

BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG - Tim Satuan Intelkam Polres Pangkalpinang mengamankan berkrat- krat bir dalam kemasan kaleng dan botol, Sabtu (8/6) pagi.

Minuman beralkohol itu diamankan dari sebuah rumah di Perumahan Cikeas, Jalan Kerabut Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek Pangkalpinang sekitar pukul 06.00 Wib.

Setidaknya ada 121 dus kemasan kaleng (total 2.904 kaleng) dan 285 krat ukuran botol (4.560 botol) yang dibawa polisi ke kantor Polres Pangkalpinang sebagai barang sitaan.

Kepolisian pun langsung melakukan jumpa pers di Polres Pangkalpinang. Di dampingi Kasat Reskrim, AKP Teguh S dan Kasat Intelkam, Iptu Adi Putra, dan dipimpin Kabag Ops, Kompol Raspandi langsung menjelaskan bagaimana penangkapan ini dapat terungkap.

Menurut Raspandi, kegiatan ini merupakan bentuk operasi pekat menumbing 2016 dengan mengamankan pelaku penyimpanan minuman beralkohol bernama Adi Saleh (38) yang merupakan warga Pontianak beserta barang buktinya.

"Kami mendapatkan informasi bahwa adanya penimbunan Miras jenis bir tanpa izin dalam kontrakan pelaku yang baru ditempati sekitar delapan bulan," ungkapnya mewakili Kapolres Pangkalpinang, AKBP Heru Budi Prasetyo.

Ia menjelaskan, penimbunan Miras dalam jumlah besar itu membuat keresahan masyarakat di sekitar wilayah tersebut.

"Tim operasi Pekat kami langsung melakukan penyelidikan, hingga akhirnya benar apa yang diinformasikan masyarakat, hingga pengerebekan dilakukan," ujarnya.

Raspandi menuturkan, tim Satuan Intelkam Polres Pangkalpinang yang melakukan penggerebekan sempat mempertanyakan izin usaha penyimpanan barang yang dikumpulkan di rumah kontrakan milik pelaku.

"Kami tanyakan izinnya ternyata tidak dapat menunjukkan, maka kami amankan," katanya.

Menurutnya, minuman beralkohol dengan kadar 0-5 persen yang masuk dalam golongan A tersebut, diamankan karena melanggar Perda nomor 2 tahun 2016 pasal 5 ayat 1 dan 2 terkait pelarangan terhadap pengadaan dan peredaran minuman beralkohol dengan ancaman hukuman kurungan enam bulan atau denda Rp 50 juta.

"Penjualannya belum tahu kemana pasarnya. Apakah ke tempat hiburan malam atau melibatkan perusahaan, karena kami masih sedang melakukan pemeriksaan pemiliknya, termasuk berapa lama sudah melakukan aktivitas ini," katanya.

Ia juga menegaskan, operasi Pekat wilayah hukum Polres Pangkalpinang akan berlangsung selama 12 hari kedepan.

"Sekarang baru hari pertama, yang pasti sasaran kami tetap pada peredaran Miras, Judi, Premanisme dan yang berhubungan dengan gangguan kamtimbas selama bulan Ramadan ini," kata Raspandi. (bow)

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved