JK Akui Perekonomian Tengah Sulit

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menungkapkan kondisi perekonomian Indonesia saat ini tengah memasuki masa-masa sulit.

JK Akui Perekonomian Tengah Sulit
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan pada acara penyampaian SPT Tahunan di Gedung Wisma Kalla, Makassar, Sulsel, Jumat (4/3). Jusuf Kalla melaporkan SPT tahunannya dengan cara e-Filing. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menungkapkan kondisi perekonomian Indonesia saat ini tengah memasuki masa-masa sulit.

Hal itu antara lain dikarenakan situasi perekonomian dunia yang juga tengah bermasalah.

"Karena kegoncangan-kegoncangan apakah di Amerika, Cina dan negara lain, yang tentunya juga menjadikan kita ikut tergoncang," ujar Jusuf Kalla, dalam sambutannya di acara buka bersama, di kediaman Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudoyono (SBY), Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (13/6/2016).

Di depan SBY dan tamu undang lain yang merupakan mantan pejabat bawahan SBY, Jusuf Kalla berharap pemerintah saat ini dibantu.

Kata dia, SBY dan mantan anak buahnya, telah teruji dalam menjalankan pemerintahan, dan bisa memberikan masukan ke pemerintah.

"Sekali lagi pengalaman kita semua, khususnya pengalaman pak SBY selama spuluh tahun tentu merupakan suatu modal yang kuat, modal yang baik untuk diberikan kepada kita semua," kata JK.

Sedangkan pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla saat ini, terbuka dengan segala masukan dari berbagai pihak, termasuk dari SBY dan mantan anak buahnya.

"Tadi saya bicara dengan Pak Jokowi, (ia) tentu mengharapkan sumbangan-sumbangan pikiran yang baik dari kita semua, untuk memberikan suatu solusi yang baik," jelasnya.

SBY bisa tidur nyenyak

Jusuf Kalla teringat masa-masa ia mendampingi Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) pada 2004-2009 lalu, saat ia kembali menyambangi kediaman SBY.

"Alhamdulillah kita mnegalami masa masa yang baik, perjuangan bersama-sama," kata JK.

Pada 2009 saat gagal memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres), Jusuf Kalla kembali menjadi Warga Biasa. Ia mengaku menikmati hal tersebut, karena bisa menjalani hidupnya dengan lebih tenang.

Ketika kembali terpilih mendampingi Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Presiden pada 2014 lalu, mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar itu, mengaku hidupnya kembali tidak nyaman

"Sekarang tidak menikmati lagi karena banyak diatur-atur. Dulu sempat mengatur diri sendiri, sekarang kita diatur lagi. Sekarang tidurnya kurang nyeyak lagi," ujarnya.

"Saya kira pasti bapak (SBY) lebih nyenyak tidurnya dari pada kita," kata JK.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved