Tiga Wanita Seksi Kalang Kabut Lari Masuk Hutan Takut Ditangkap

enam perempuan yang diamankan semuanya berasal dari luar daerah.

Tiga Wanita Seksi Kalang Kabut Lari Masuk Hutan Takut Ditangkap
IST
Para pemilik dan wanita pekerja malam ketika di berikan pengarahan pada Rabu (15/6/2016) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  -- Tiga perempuan pekerja seks komersial (PSK) di Cafe Piangsut, Desa Ranggas, Airgegas, Bangka Selatan, kabur masuk ke dalam hutan saat petugas dari Polsek Airgegas mendatangi lokasi tersebut, Selasa (14/6) malam.

Namun enam teman mereka tidak sempat melarikan diri bersama mereka, sehingga terjaring razia aparat.

Polsek Airgegas bersama Dinsosnakertrans Basel melaksanakan Operasi Pekat Menumbing 2016. Dalam operasi tersebut selain mengamankan minuman beralkohol, anggota polsek juga berhasil mengamankan enam PSK.

Iptu Navy Pradana Kapolsek Airgegas mengatakan di Cafe Piangsut ditemukan sembilan botol Bir Merk Bintang dan 19 kaleng bir merk Guienes Stout.

Selain enam PSK, dua pemilik cafe, dan tujuh pengunjung turut diamankan.

Adapun identitas pemilik kafe dan para pengunjung serta PSK yang diamankan yakni pemilik Cafe Quenn Piangsut, Na alias Mak Nyak warga Simpang Perlang Koba, Pemilik Cafe Asmara Piangsut SU als Win (40) warga Desa Ranggas.

Sementara PSK yang diamankan Er (40) warga Desa Ranggas, Ww (29) warga desa Ranggas, Ja (22) warga Desa Ranggas, Ir (19) Warga Desa Ranggas, An (36) warga Desa Ranggas, An (30) Desa Ranggas.

"Cafe Piangsut di Desa Ranggas harus ditutup semuanya. Jika masih ada aktivitas, maka akan dilakukan tindakan tegas dari pihak Polsek Air Gegas maupun instansi terkait dari Dinas Sosial Pemkab Basel," kata Navy mewakili Kapolres Bangka Selatan AKBP Satria Rizkiano kepada bangkapos, Kamis (16/6).

Dipulangkan ke daerah asal
Ia menyebut, enam perempuan yang diamankan semuanya berasal dari luar daerah.

Untuk, itu pemilik kafe wajib memulangkannya, sekaligus membiayai kepulangan mereka ke daerah asal.

"Mami pengelola dan inisial MN dan MA wajib membiayai pemulangan mereka," kata Sumindar Kabid Pelayanan rehabilitasi sosial Dinsosnakertrans Bangka Selatan, kepada bangkapos, Kamis (16/5) di ruanganya.

Pada malam itu, kata Sumidar, tim gabungan berhasil menjaring pemilik kafe dalam operasi Pekat. Selain itu kafe dengan nama Piangsut tidak memiliki izin sehingga diminta untuk ditutup.

Berdasarkan hasil koordinasi lintas sektoral yang dihadiri Kepala Dinas Sosial dan Transmigrasi dan semua elemen pemerintah yang saat itu sepakat bahwa cafe Piangsut ditutup.

Sumindar mengimbau agar cafe, dan club malam tutup pada bulan suci ramadan ini bertujuan menjaga kehusyukan umat islam dalam menjalankan ibadah. (n4)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved