Ini Catatan Miring Komjen Tito di Tengah Mengkilapnya Prestasi Calon Tunggal Kapolri

"Jadi, sepanjang Densus 88 tidak teraudit, jerih payah Tito membangun reputasi keamanan Indonesia akan sia-sia," ujar Puri

Ini Catatan Miring Komjen Tito di Tengah Mengkilapnya Prestasi Calon Tunggal Kapolri
KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAH
Petugas kepolisian menggeledah rumah kontrakan Afif atau Sunakim alias Nakim bin Jenab di Kampung Sukamanah, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (16/1/2016). 

BANGKAPOS.com - Presiden Joko Widodo akhirnya menunjuk Komjen Tito Karnavian sebagai calon tunggal kepala Kepolisian RI untuk menggantikan Jenderal (Pol) Badrodin Haiti yang segera memasuki masa pensiun.

Presiden Jokowi berharap keputusannya itu mampu meningkatkan profesionalisme Polri sebagai pengayom masyarakat dan memperbaiki kualitas penegakan hukum, terutama terhadap kejahatan narkoba, korupsi, dan terorisme.

Semasa berkiprah di kepolisian, Tito memang berpengalaman di bidang terorisme. Dia berhasil menangkap teroris Azahari Husin dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, membongkar orang-orang di balik konflik Poso dan menumpas jaringan terorisme pimpinan Noordin Mohammad Top tahun 2009.

Tak lama setelah itu, Tito dipromosikan menjadi Kepala Densus 88 Antiteror Polri dan mengalami kenaikan pangkat dari komisaris besar ke brigadir jenderal.

BACA: POLITIKUS GERINDRA MINTA KOMJEN TITO KLARIFIKASI TIGA HAL INI

Namun, segala prestasi dan capaian yang berhasil diraih Tito selama menjabat Kadensus 88 Antiteror Polri 2009-2010 tidak berarti mulus tanpa catatan.

Menurut Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), rekam jejak Tito amat terkait dengan minimnya evaluasi institusional Densus 88.

Wakil Koordinator Kontras Puri Kencana Putri mengatakan, selama ini, Polri tidak pernah memiliki mekanisme evaluasi atas penanganan Densus 88 terhadap terduga teroris. Terlebih lagi, berdasarkan catatan Kontras, tidak sedikit kasus terorisme yang memiliki indikasi adanya pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

"Jadi, sepanjang Densus 88 tidak teraudit, jerih payah Tito membangun reputasi keamanan Indonesia akan sia-sia," ujar Puri saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/6/2016).

BACA JUGA: MENTERI SUSI INCAR PESAWAT CANGGIH INI SATU SAJA CUKUP PANTAU PENCURIAN IKAN DI INDONESIA

Halaman
1234
Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved