8 Momentum Tito Karnavian di Pusaran Politik Istana

Tito dinilai cocok jadi Kapolri karena sejumlah prestasi, kompetensi, serta pengalaman matang.

8 Momentum Tito Karnavian di Pusaran Politik Istana
NET
Komjen Pol Tito Karnavian 

BANGKAPOS.COM - Presiden Joko Widodo diam-diam sudah mengirim nama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror Komisaris (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Tito Karnavian (51) sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR-RI.

Ini adalah isyarat, bahwa Jokowi sebagai panglima teringgi orotitas keamanan dan ketertiban sipil, hanya menginginkan Tito 'seorang".

"Jokowi ingin menunjukkan, bahwa dia punya otoritas, dan tahu siapa yang akan dipilih sebagai kapolri," kata pengamat politik dari FISIP Unismuh, Arqam Azikin di sela-sela peresmian kantor baru Tribun Timur, Kamis (16/6/2016) petang.

Tito dinilai cocok jadi Kapolri karena sejumlah prestasi, kompetensi, serta pengalaman yang dinilai membuatnya matang selama mengabdi di Korps Bhayangkara, 29 tahun silam.

Berikut 9 momentum yang menjasi loncatan karier Tito Karnavian:

1. Tangkap Putra Soeharto

Akhir Juli 2001 - Tito Karnavian masih berpangkat Mayor (kini kompol) Polisi. Dia sudah di pusaran politik tingkat tinggi Istana Negara.

Presiden Gus Dur mencopot Kapolri Jenderal Roesdihardjo yang dinilai bisa tangkap Tommy Soeharto, tersangka dan inisiator pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita.

Gus Dur tunjuk Jenderal Bimantoro jadi pengganti. Kapolri baru ultimatum Kapolda Metro Jaya Irjen Sofjan Jacob, untuk tangkap putra Seoharto itu 3x24 Jam.

Senin (6/8/2001) malam, Tito sebagai komandan Tim Kobra (reserse) Polda Metro Jaya, menggerebek rumah sewaan Tommy di Jl Alam Segar III No 23, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved