Prostitusi Terselubung Terbongkar, Tarif Kamar Rp 30 Ribu hingga Rp 50 Ribu

Diduga polisi, enam kamar dari rumah tersebut biasa disewa oleh pasang pria dan wanita untuk indehoi (memadu cinta)

Prostitusi Terselubung Terbongkar, Tarif Kamar Rp 30 Ribu hingga Rp 50 Ribu
Warta Kota
Ilustrasi: Pasutri ini tawarkan bisnis prostitusi 

BANGKAPOS.COM, TANJUNGPANDAN -- Sebuah rumah petak dengan enam kamar di Jalan Air Baik, RT 02/01 Dusun Aik Pelempang Timur, Desa Pelempang Jaya, Tanjungpandan diduga sebagai tempat prostitusi terselubung.

Rumah tersebut merupakan seorang wanita berinisial SR (45). Selasa (14/6) lalu, penyidik Polres Belitung memeriksa sang pemilik rumah setelah berhasil membongkar dugaan praktik prostitusi di rumah tersebut.

Diduga polisi, enam kamar dari rumah tersebut biasa disewa oleh pasang pria dan wanita untuk indehoi (memadu cinta) dengan tarif short time Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu.

"Saya tidak mengatahui apa-apa. Istri saya sedang sakit berat, jadi kami tidak tau apa-apa (perkara prostitusi)," ucap seorang lelaki mengaku suami SR kepada Pos Belitung, Senin (20/6).

Lelaki bertubuh besar itu, lantas masuk ke dalam rumah dan sempat berulang-ulang kali untuk melihat kondisi SR.

"Masuk lah kalau tidak percaya, ayo masuk. Itu istri aku lagi sakit didalam tuh, lihat lah sendiri," ucapnya dengan nada tinggi.

Sebelumnya aparat kepolisian Polres Belitung melakukan lidik atas dugaan praktik prostitusi terselubung di lokasi tersebut. Empat orang saksi telah diperiksa oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Belitung.

"Semua saksi yang sudah kami mintai keterangan sebanyak empat orang. Ini terungkap dari informasi masyarakat. Kemudian informasi tersebut kami dalami," kata Kabag Ops Polres Belitung, Kompol Siswo Dwi Nugroho kepada Pos Belitung, Senin (20/6).

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap SR, diduga wanita ini hanya sebagai penyedia sarana atau tempat untuk kegiatan prostitusi.

"Tapi dia (SR) bukan sebagai mucikari, namun lebih kepada penyedia tempat. Karena di lokasi itu, dia tidak menyediakan PSK (Pekerja Seks Komersial), tapi hanya mengambil keuntungan dari penyedia lokasi," ujarnya.

Halaman
12
Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved