Siang Dihentikan Warga, Sore Truk Pengangkut Pasir Operasi Lagi
menjelang petang ini, sejumlah armada dumptruck, kembali beroperasi lagi ngerit pasir dari lokasi TI Nyambang ke Dermaga Tuing.
Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekitar tiga atau empat jam lalu atau sekitar pukul 12.30 WIB lalu, armada truk yang melakukan pengangkutan pasir berhasil dihentikan alias distop oleh massa di Simpang Pos Kamling Dusun Tuing Desa Mapur Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka.
Massa melakukan aksi demo menolak dan berhasil menghentikan aktifitas armada pengangkut pasir, karena pertimbangan kondisi jalan.
Namun menjelang petang ini, sejumlah armada dumptruck, kembali beroperasi lagi ngerit pasir dari lokasi TI Nyambang ke Dermaga Tuing.
Kejadian itu secara otomatis disesalkan masyarakat Dusun Tuing, karena pihak pengelola pengangkutan pasir tidak menghargai aspirasi masyaraakat yang kini kena dampak pengangkutan pasir.
Sebelumnya perwakilan masyaraka Dusun Tuing Kardini menyebutkan, armada pengangkut pasir ini hanya diminta untuk tidak ngerit lagi, tapi bukan berarti saat dihimbau itu, truknya tidak boleh keluar lagi dai Tuing, itu tidak.
"Kita minta berhenti sebentar, karena kita mau ngasih tahu ke sopir, agar tidak ngerit lagi, setelah itu mobil truk silahkan berjalan ke arah Nyambang, tapi jangan ngerit lagi," jelas Kardini dalam aksi tersebut Selasa (21/6/2016).
Kadus Tuing Sunaidi menambahkan, sebaiknya pihak pengelola pasir atau perusahaan, tidak ngirim apsir dulu dari Nyambang ke Tuing.
"Ini kehendak masyarakat. Selagi belum ada penyelesaian terhadap masalah ini, masyarakat minta agar tidak ada yang ngerit lagi." tandas Sunaidi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/warga-tuing-tolak-pengangkutan-pasir_20160621_163924.jpg)