Breaking News:

Gandhi Minta Taman Sari Dipasang CCTV

perlu adanya pemasangan simbol-simbol pendidikan yang khusus memberi penanda peruntukkan Taman Sari.

Penulis: M Zulkodri | Editor: Hendra
dok.Bangkapos.com
Pelajar bermesraan di Tamansari Pangkalpinang disaat bulan ramadan 

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Adanya peristiwa anak remaja yang kedapatan sedang bercumbu, di Taman Sari Kota Pangkalpinang beberapa waktu lalu, ternyata mendapat perhatian anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Depati Amir Gandhi.

Sekretaris komisi I DPRD Kota Pangkalpinang ini, kepada bangkapos.com, Kamis (23/06/2016) meminta Walikota Pangkalpinang, M Irwansyah segera mengambil langkah tegas, agar kejadian serupa dan tidak senonoh kembali terulang kembali. Apalagi lokasi tidak jauh dari rumah dinas walikota.

" Kita berharap walikota, segera menindaklanjuti, lakukan pengawasan, bila perlu lakukan pasang seluruhnya CCTV, agar para remaja merasa nyaman berkumpul, di taman yang dibagun dengan anggaran 5 miliar," ucapnya.

Selain itu, menurut Gandhi, perlu adanya pemasangan simbol-simbol pendidikan yang khusus memberi penanda peruntukkan Taman Sari.

"Zaman kita saat ini memang zaman edan, dimana terdapat kegelapan akan dimanfaatkan oleh kegelapan, dimana terdapat kesunyian akan termanfaatkan oleh penyuka sunyi," ulasnya.

Dia mengatakan Taman Sari memang dirancang sebagai lokasi ajang berhimpun khususnya anak muda Pangkalpinang yang penuh bakat dan kreasi.

"Sebenarnya inilah tantangan kita semua khususnya Pemkot bagaimana kemudian menjadikan lokasi ini berfungsi dan berdaya guna. Jika hanya persoalan kegenitan ABG dan vandalisme remaja. Kita kira ini persoalan yang sangat kecil. Namun kecilnya persoalan ini memantik ketidaknyamanan kita dalam bermasyarakat," ujarnya.

Dengan adanya pemberitaan kasus tersebut, lanjut Gandhi, membuat kita terjaga dari tidur panjang, mengenai manfaat, serta pentingnya analisa kebutuhan riil dan outcome suatu program kegiatan.

Banyak daerah lain yang memiliki program-program dahsyat namun akhirnya terlantar karena memang hadirnya program belum menjadi kebutuhan publik.

Dia mencontohkan banyak terjadi diadaerah lain semisal pembangunan Bandara yang akhirnya terbengkalai, pembangunan stadion bola selevel GBK padahal warganya hanya 150ribu.

"Ini kan kegiatan yang hanya berorientasi pada proyek, tidak memiliki analisa investasi yang mumpuni. Pesan moralnya adalah jangan ada hal seperti ini di Pangkalpinang," ucapnya.(Zky)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved