Breaking News:

Inggris Keluar Uni Eropa

Brexit Menang, Inggris Hengkang dari Uni Eropa, Siap-siap Hadapi Goncangan Ini

Hasil referendum yang digelar Inggris ternyata memutuskan negera tersebut keluar dari Uni Eropa (Brexit).

kontan.co.id
Warga Inggris probrexit meneriakkan yel-yel sebelum referendum 

BANGKAPOS.com, LONDON - Inggris mengejutkan dunia. Hasil referendum yang digelar Inggris ternyata memutuskan negera tersebut keluar dari Uni Eropa (Brexit). Pasar dunia langsung bergejolak luar biasa.

Berikut 8 hal terkait Brexit yang perlu anda ketahui

1. Hasil referendum: setelah malam panjang penghitungan suara, hasil referendum pun keluar: 51,9% pemilih memilih meninggalkan Uni Eropa (Brexit), sementara 48,1% ingin tetap dalam Uni Eropa.

2. Pasar dunia ‘berlumuran darah’: Saham London turun 8% pada dipicu ambruknya harga saham perbankan. Nilai tukar mata uang Inggris, poundsterling terpuruk sekitar 10% menjadi $ 1,37 ini adalah level terendahnya dalam 31 tahun terakhir, atau sejak 1985.

Gejolak besar juga menghantam bursa dunia. Dow futures turun 500 poin. Di Asia, Nikkei Jepang merosot 7,9 %, dan indeks utama Hong Kong turun 4,3%.

3. Investor panik memburu safe haven (aset yang aman): Harga emas terus melejit seiring langkah investor memburu safe havens. Aset lain yang jadi incaran adalah AS Treasuries , yen Jepang dan franc Swiss.

4. Cameron mundur: Perdana Menteri Inggris David Cameron, yang berkampanye melawan Brexit, mengumumkan ia akan mengundurkan diri dan penggantinya akan menduduki kursi PM Inggris pada bulan Oktober.

5. Menenangkan pasar: Bank sentral Inggris, Bank of England (BoE) berada dalam tekanan berat untuk menjaga pasar agar dan bank tetap berjalan tertib. Dalam sebuah pernyataan, BoE mengatakan akan "mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memenuhi tanggung jawabnya menjamin stabilitas moneter dan keuangan."

Pejabat dan regulator di negara-negara lain di seluruh dunia juga bersiap menghadapi kejatuhan pasar. Pemerintah Korea Selatan telah mengadakan pertemuan darurat, sementara pemerintah negara lain menggelar konferensi pers atau mengeluarkan pernyataan.

6. Bagaimana hal ini bisa terjadi?: Cameron berjanji di hadapan pemilihnya pada 2013 bahwa ia menggelar sebuah referendum untuk memutuskan apakah Inggris akan tetap atau keluar dari Uni Eropa. Saat itu, kemungkinan Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) tampaknya rendah. Tapi belakangan, marak kampanye - yang sangat fokus pada imigrasi dan ekonomi – yang mengungkapkan celah besar untuk Brexit, baik dari sisi politik maupun geografis

7. Pertanyaan besar: keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa telah menyuntikkan ketidakpastian yang teramat besar di pasar. Pada titik ini, investor memiliki lebih banyak pertanyaan daripada jawaban, apakah Inggris dapat menegosiasikan kesepakatan perdagangan baru? Berapa lama hal itu tercapai? Akankah bank-bank kelas dunia memindahkan operasi mereka dari London?

8. Dampak panjang?: Ini tak akan usai dalam satu hari. Dampak kemenangan Brexit dalam referendum baru mulai, dan memiliki potensi memukul tatanan politik Eropa yang kini ada. Kencangkan sabuk pengaman!

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved