Breaking News:

Ded Dibacok Sekuriti Koba Tin hingga Mendapat 50 Jahitan

Marwan mengatakan Ded dibacok hingga empat kali dan mendapat 50 jahitan di punggung, tangan dan dadanya.

bangkapos.com/Riski Yuliandri
Rombongan warga saat berdiskusi sambil menunggu anggota dewan menemui mereka di depan halaman kantor DPRD bateng. 

BANGKAPOS.COM, KOBA - Puluhan warga Koba menuntut oknum satpam di PT Koba Tin bertanggung jawab atas penganiayaan terhadap Ded, warga setempat.

Ded mengalami luka-luka di punggung, tangan dan dada serta harus mendapatkan 50 jahitan oleh tim medis.

Mereka menilai, tindakan oknum satpam tersebut berlebihan dan mengarah pada tindak pidana. Warga minta para satpam yang terlibat diberhentikan oleh perusahaan. Tuntutan itu disampaikan warga di Kantor DPRD Bangka Tengah, Kamis (23/6).

" Dibacoknya di Oskar Lima (Pos Satpam PT Koba Tin) jam dua siang Rabu lalu. Padahal saat itu, satpam sedang tidak bertugas. Di sana juga ada kepala satpam dan anggota polisi," ungkap Marwan, warga Koba.

Marwan mengatakan Ded dibacok hingga empat kali dan mendapat 50 jahitan di punggung, tangan dan dadanya.
Suparhon, ayah Ded mengatakan anaknya saat itu hanya ingin melihat kondisi air laut.

"Saat itu anak saya sama temannya naik motor masuk ke area PT Koba Tin mau lihat kondisi air buat nebak (jaring ikan). Tapi saat itu dipanggil sama orang pakai baju biasa dan dibawa ke pos satpam. Pas mau pulang naik motor dari belakang langsung dibacok," ungkap Suparhon.

Setelah terjadi pembacokan tersebut, anaknya dibawa oleh warga dan satpam lainnya ke Rumah Sakit Umum Bangka Tengah dan mendapatkan dua luka bacokan di punggung, satu di lengan dan satu bagian dada.

"Kalau dari warga yang lain, satpam itu sedang tidak tugas dan malah lagi mabuk habis minum-minum," ujarnya.

Menurut Suparhon, dari kejadian tersebut pihak PT Koba Tin bersedia membiayai pengobatan anaknya hingga sembuh.

"Ada yang datang kasih uang buat pengobatan Ded, Koba Tin juga katanya mau bantu tapi sampai saat ini belum ada juga, padahal anak saya sudah dibawa ke rumah," tambahnya.

Ketua DPRD Bangka Tengah Algafry Rahman akan segera menghubungi pihak PT Koba Tin untuk menyampaikan aspirasi warga Koba.

"Saya akan segera hubungi pihak Koba Tin dan minta bertemu Senin nanti. Saya akan jelaskan dan sampaikan permintaan warga sekalian," ungkapnya.

Ia juga akan meminta agar pihak perusahaan mengevaluasi staf dan karyawannya agar tidak terjadi pelanggaran hukum lagi.

"Kita minta mereka mengevaluasi stafnya, karena tidak benar satpam sampai melakukan pembacokan tersebut. Terlebih lagi DPRD sendiri tidak pernah tahu apa yang dilakukan Koba Tin dan apa yang selanjutnya mereka rencanakan," jelas Algafry.

Pria yang biasa disapa Ayi tersebut juga akan menyampaikan kepada Kapolres Bangka Tengah agar pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. (N9)

Sumber: babel news

Sumber: babel news
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved