Breaking News:

Inggris Keluar dari Uni Eropa, Perekonomian Dinilai Akan Jatuh

Hasil referendum pada Kamis (23/6/2016) itu dinilai tak diduga sama sekali dan bahkan dianggap dapat membuat relasi di UE jatuh krisis.

Fortune/Getty Images/Christopher Furlong

BANGKAPOS.COM, LONDON - Referendum Uni Eropa (UE) akhirnya menghasilkan keputusan yang bersejarah, yaitu Inggris memilih keluar dari UE.

Dari hasil penghitungan suara di 382 wilayah Inggris Raya, 263 wilayah mayoritas memilih keluar dari UE (Brexit).

Sedangkan, 119 wilayah mayoritas memilih agar Inggris tetap bergabung dengan UE (pro UE).

Namun, perolehan suara dikatakan berselisih tipis, di mana perolehan suara untuk Brexit mencapai 51,89 persen dan pro UE 48,11 persen.

Hasil referendum pada Kamis (23/6/2016) itu dinilai tak diduga sama sekali dan bahkan dianggap dapat membuat relasi di UE jatuh krisis.

Kepala Partai Rakyat Eropa Manfred Weber mengatakan hasil referendum telah menunjukkan bahwa Inggris telah melewati batas.

"Hasil referendum tersebut dapat menimbulkan bahaya besar bagi kedua pihak (Inggris dan Uni Eropa)," katanya.

Selain itu, jika keputusan untuk keluar dari UE diambil, tidak akan ada lagi kesempatan untuk kembali bergabung.

Para pemimpin dan pejabat UE tengah mempersiapkan diri untuk krisis yang akan dihadapi pada pekan ini, pasca keputusan Inggris keluar dari UE.

PM Inggris David Cameron telah dijadwalkan untuk memberikan pernyataannya atas keputusan tersebut pada Jumat (24/6/2016) ini.

Halaman
123
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved