Ahok Ngaku Heran dengan Keputusan Rizal Ramli Hentikan Reklamasi di Pulau G

Ahok heran dengan keputusan tim komite gabungan yang melibatkan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan ...

Tribunnews/Lendy Ramadhan
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 

"Itu masalah tafsiran KepPres yang berbeda," kata mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Rizal Ramli menyampaikan pembangunan di Pulau G harus dibatalkan karena masuk kategori pelanggaran berat yang mengancam lingkungan hidup, proyek vital strategis, pelabuhan, dan lalu-lintas laut.

BACA: Netizen Ini Beri Julukan 'Manusia Langka' untuk Ahok

Ahok kembali mempertanyakan alasan tersebut. Pasalnya, bila alasannya mengancam lingkungan hidup, kata Ahok, pulau C dan D lebih mencemarkan lingkungan.

"Kalau soal mencemarkan, Pulau C dan D lebih mencemarkan, kalau dilihat dari peta udara. Kalau dilihat dari tim kajian," ucapnya.

Selain itu, Ahok juga paparkan pelanggaran lain selain di Pulau C, D, dan G. Satu di antaranya pengurukan lahan tanpa izin yang terjadi di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) yang dikelola PT Karya Citra Nusantara (KCN).

PT KCN menguruk lahan tanpa izin seluas 12 hektare, yang dijadikan tempat untuk menyimpan stok pasir, batu bara, dan bahan lainnya. Ahok heran Pulau G dihentikan, tapi reklamasi yang dilakukan oleh KCN tidak dihentikan

"Kalau dilihat, reklamasi di KBN tanpa izin kok tidak di stop?" pungkas Ahok.

Pembangunan Pulau G harus dihentikan, diucapkan Rizal seusai rapat koordinasi yang dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Rizal mengatakan terjadi pelanggaran berat di reklamasi Pulau G. Semisal, 300 meter dari Pulau G terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Uap Muara Karang.

Halaman
123
Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved