Gaya Hidup Ternyata Salah Satu Penyebab Kredit Macet

Direktur Utama (Dirut) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Babel Helliyuda mengungkapkan, terjadinya kredit macet didasari dua

Gaya Hidup Ternyata Salah Satu Penyebab Kredit Macet
Sumber : kompasiana | Author : -
Showroom mobil bekas

BANGKAPOS.COM.BANGKA--Direktur Utama (Dirut) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Babel Helliyuda mengungkapkan, terjadinya kredit macet didasari dua alasan yakni konsumen tidak mampu membayar atau konsumen tidak mau membayar.

Menurutnya salah satu penyebab terjadinya kredit bermasalah adalah pendapatan yang menurun, terganjal faktor ekonomi sulit, serta gaya hidup.

"Idealnya dalam mengatur keuangan terdapat rumus pengelolaan "4321" yakni 40 persen untuk kebutuhan hidup, 30 persen untuk investasi, 20 persen untuk tabungan dan 1 persen untuk hiburan. Namun kenyataannya, lembaga pembiyaan pada umumnya mengambil 40 persen dari rasio gaji kotor," jelas Helliyuda baru-baru ini.

Penanganan kredit macet disebut restrukturisasi untuk menekan kredit macet beberapa langkah yang dilakukan seperti penjadwalan ulang atau menurunkan nilai angsuran dengan catatan memanjangkan jangka waktu kredit.

Lebilanjut ia mengatakan Karakter masyarakat Bangka Belitung dalam membayar kredit masih bagus khususnya untuk daerah pedesaan karena masih sensitif kalau berhadapan dengan penagihan kredit secara langsung. Berbeda dengan perkotaan yang masih fifty-fifty antara peduli dan bersikap tak acuh.

"Dinamika yang terjadi di lapangan beragam kemungkinan bisa saja seorang marketing melakukan mark up penghasilan calon nasabah karena alasan dikejar target marketing. Ini juga dapat menjadi penyebab kredit macet yang paling lama hanya bertahan selama enam bulan.
Selanjutnya memilah pasar jadi strategi yang paling aman bermain di pegawai yang berpenghasilan tetap. Pegawai baru berpotensi menjadi lahan rebutan untuk menawarkan fasilitas kredit bahkan ada yang berani memotong 80 persen dari penghasilan kotor," beber Helliyuda. (o1)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved