Rambutnya Tersangkut Mesin Kulit Kepala Wanita Ini Terkoyak

Kondisinya mengenaskan saat dirujuk ke RSUD Sungailiat, Rabu (15/6) lalu dengan luka kulit kepala hampir setengahnya terkoyak

Rambutnya Tersangkut Mesin Kulit Kepala Wanita Ini Terkoyak
IST
Rela korban kecelakaan kerja di TI Rajuk Tanjung Batu sedang dirawat intensif, Kamis (30/6/2016) di Ruang ICU RSUD Sungailiat.

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Seorang wanita paruh baya bernama Rela harus mendapat perawatan intensif di Ruang ICU.

Kondisinya mengenaskan saat dirujuk ke RSUD Sungailiat, Rabu (15/6) lalu dengan luka kulit kepala hampir setengahnya terkoyak lantaran terkena mesin TI.

Kecelakaan naas yang menimpa ibu tujuh anak itu terjadi, Selasa (14/6) malam sekitar jam 19.00 WIB ketika hendak melimbang timah di TI rajuk Tanjung Batu, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

Rela bersama saudaranya saat itu dari perahu kole hendak naik ke atas ponton sakan TI rajuk.

Namun karena terpeleset nahasnya, rambut dan kepala Rela, terkena mesin TI yang sedang menyala sehingga rambutnya terlilit ke mesin TI dan menghantam sebagian wajah dan matanya sehingga mengakibat luka terkoyak besar di kepalanya.

"Waktu itu istriku lagi mau naik ke ponton sakan TI, entah terpeleset entah karena didorong orang dia jatuh dekat mesin TI jadi rambutnya terlilit ke mesin habis kulit kepalanya terkoyak dan kena wajah dan matanya sebelah. Kejadiannya malam sekitar jam 19.00 WIB. Maklumlah istriku ngambik ujung untuk hidup ne, dapatlah sekilo, dua kilo timah ngelimbang," cerita Dikin (43) suami Rela saat dikonfirmasi Bangka Pos, Kamis (30/6) yang menunggui istrinya di RSUD Sungailiat.

Diakuinya hampir satu tahun ini istrinya ikut melimbang di ponton sakan TI rajuk di Tanjung Batu.

Dia sendiri juga bekerja sebagai pelimbang timah di TI rajuk tersebut.

Dikin mengaku tak menyangka istrinya mendapat kecelakaan parah akibat kena mesin TI.

Apalagi empat hari lalu Rela juga mengalami kecelakaan akibat jatuh dari kole-kole saat hendak melimbang timah di TI rajuk tersebut.

Diakuinya, keluarga sempat kelabakan mengurus biaya rumah sakit Rela lantaran tak memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sejahtera (BPJS) kesehatan. Apalagi ibu rumah tangga ini juga tak memiliki BPJS ketenagakerjaan.

"Ku ni dak tahu dapat biaya dari mana buat biaya istri ini. Apalagi kondisinya parah. Hanya ada kartu miskin tadi lah diurus sama pihak rumah sakit. Lah ku kasih ke mereka, aku ni dak bisa kemana-mana jaga orang rumah," keluh Dikin.

Dia berharap ada bantuan dari para donatur juga untuk membiayai pengobatan istrinya karena dari keluarga yang tak mampu.

Namun berkat kepedulian pihak RSUD Sungailiat akhirnya Rela bisa dibiayai lewat BPJS kesehatan pemerintah.

"Alhamdulillah kalau BPJS-nya bisa diurus sama pihak rumah sakit. Terima kasih banyak. Kami bersyukur dapat bantuan dari pihak pemerintah," ungkap Dikin terharu. (bow/chy)

Editor: Admin 1
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved