Juru Kamera Sebut Runtuhnya WTC Hanya Rekayasa

Runtuhnya menara kembar World Trade Center di New York, pada 11 September 2001 masih menyisakan tanda tanya bagi manusia.

Juru Kamera Sebut Runtuhnya WTC Hanya Rekayasa
mirror.co.uk
Kurt Sonnenfeld, bekas juru kamera Badan Pertahanan Keamanan Amerika Serikat. (kanan) Gedung WTC sesaat sebelum runtuh. 

BANGKAPOS.COM, WASHINGTON - Hingga kini, peristiwa runtuhnya menara kembar World Trade Center di New York, pada 11 September 2001 masih menyisakan tanda tanya bagi manusia.

Setelah insiden ini, pemerintah AS langsung melakukan invasi ke Afghanistan untuk mengejar Osama bin Laden.

Tapi benarkah tabrakan sebuah pesawat hanya di satu titik bisa membuat gedung setinggi itu luluh lantak dalam hitungan detik?

Seorang pria bernama Kurt Sonnenfeld, mengaku pernah bekerja di US Department of Homeland Security, atau Badan Pertahanan Keamanan Amerika Serikat,mengaku punya jawabannya.

Dia mengaku pernah ditugaskan sebagai juru kamera dan dokumenter setelah serangan Nine Eleven atau 9/11 terjadi.

Menurut Sonnenfeld, saat itu dia ditugaskan untuk mengambil semua gambar di reruntuhan gedung, saat peristiwa baru terjadi.

Mengejutkan, karena Sonnenfeld mengatakan, bahwa dari apa yang ia rekam, runtuhnya gedung WTC jelas sebuah rekayasa.

Menurutnya, keanehan terjadi di Gedung 6 dan 7.

Di Gedung 6, dia melihat sendiri sejumlah brankas dalam kondisi terbuka dan dalam kondisi kosong melompong.

Padahal, menurutnya, saat itu ia orang pertama yang diizinkan masuk area tersebut oleh petugas keamanan.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved