Piala Eropa 2016

Komentar Pelatih Jerman Usai Dihajar Griezmann Cs

Joachim Loew, menyatakan bahwa faktor ketidakberuntungan memicu kekalahan anak-anak asuhnya dari Perancis pada semifinal Piala Eropa.

Komentar Pelatih Jerman Usai Dihajar Griezmann Cs
PATRIK STOLLARZ/AFP
Pelatih Jerman, Joachim Loew, tengah mendampingi anak asuhnya dalam laga Piala Eropa 2016 kontra Italia, di Stade Matmut-Atlantique, Sabtu (2/7/2016) waktu setempat. 

BANGKAPOS.COM, MARSEILLE - Pelatih tim nasional Jerman, Joachim Loew, menyatakan bahwa faktor ketidakberuntungan memicu kekalahan anak-anak asuhnya dari Perancis pada semifinal Piala Eropa di Stade Velodrome, Kamis (7/7/2016).

Dalam pertandingan ini, Jerman takluk akibat dua gol yang diciptakan Antoine Griezmann. Dia membuka skor lewat penalti pada menit ke-45+1 dan memanfaatkan blunder Manuel Neuer guna menggandakan keunggulan.

Meski kalah dengan selisih dua gol, pasukan Loew terlihat superior menilik statistik penguasaan bola dan tembakan.

MARSEILLE, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Jerman, Joachim Loew, menyatakan bahwa faktor ketidakberuntungan memicu kekalahan anak-anak asuhnya dari Perancis pada semifinal Piala Eropa di Stade Velodrome, Kamis (7/7/2016).

Dalam pertandingan ini, Jerman takluk akibat dua gol yang diciptakan Antoine Griezmann. Dia membuka skor lewat penalti pada menit ke-45+1 dan memanfaatkan blunder Manuel Neuer guna menggandakan keunggulan.

Meski kalah dengan selisih dua gol, pasukan Loew terlihat superior menilik statistik penguasaan bola dan tembakan.

Oleh karenanya, Loew menyatakan, "Kami adalah tim yang lebih baik. Kami sudah menunjukkan usaha keras, bahasa tubuh, menyerang, dan tampil bagus dalam duel satu lawan satu."

"Pada 2010 dan 2012, kami tersingkir di semifinal karena lawan lebih baik. Adapun hari ini, kami lebih baik, tetapi tidak mendapatkan keberuntungan yang dibutuhkan," ucap sang juru taktik.

Ketidakberuntungan yang dimaksud Loew bukan cuma menyoal rentetan kegagalan Jerman mengonversi peluang. Dia juga menunjuk gol pembuka Perancis pada akhir babak pertama.

Tuan rumah menerima hadiah penalti setelah Bastian Schweinsteiger menyentuh bola dengan tangan di kotak terlarang. Dalam situasi ini, dia mencoba untuk menghalau tandukan Patrice Evra.

"Itu adalah peruntungan buruk. Untuk gol kedua, kami memang tidak menyapu bola dari posisi berbahaya," tutur Loew.

Gol kedua Griezmann sekaligus mengakhiri tren positif Neuer di turnamen ini. Sebelumnya, Neuer tidak pernah mengalami kemasukan dari open play.

Griezmann turut menegaskan diri sebagai sosok antagonis untuk Neuer. Tiga dari lima gol terakhir yang bersarang ke gawang Neuer lahir dari kaki pemain bernomor 7 itu. (UEFA/OPTA)

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved