Rumah Panggung Tertua Di Balunijuk Ini, Rayap pun Tak Mampu Memakan Kayunya

Jika anda berkunjung ke Desa Balunijuk Kecamatan Merawang kabupaten Bangka, tepat ditengah perkampungan,

Rumah Panggung Tertua Di Balunijuk Ini, Rayap pun Tak Mampu Memakan Kayunya
bangkapos.com
rumah panggung tertua di Balunijuk 

Rumah panggung yang merupakan rumah tertua di Desa Balunijuk itu oleh ahli warisnya Waluyo, rumah itu sengaja dipertahankan dan tidak diotak atik untuk menjadi pemersatu keturunan H Muhammad Ali dan almarhum Hj Ropisah yang merupakan pendiri kampung Balunijuk.

Menurutnya, rumah panggung itu pernah ditawar untuk dibeli warga lainnya yang terhitung masih berhubungan saudara, namun ia tolak lantaran rumah itu bagi dirinya dan keluarganya memiliki nilai yang tak bisa dinilai dengan materi.

"Kayu-kayunya masih bagus dan tidak mengalami pelapukan. Rayap pun hanya mampu memakan kulit luarnya saja dan tak mampu masuk kedalam kayunya. Yang kalah dan lapuk malah paku-pakunya," ungkap Waluyo.

Saat membangun rumah panggung itu, almarhum H Muhammad Ali sengaja mendatangkan genteng dan kayu-kayu terbaik dari daratan sumatera.

Almarhum H Muhammad Ali sendiri berasal dari desa Baturusa dan awalnya berkebun lalu menetap di Balunijuk.

Dari hanya dihuni satu dua orang saja, wilayah itu selanjutnya mulai ramai didatangi warga Baturusa untuk berkebun dan berubah menjadi perkampungan.

Desa tersebut awalnya disebut dengan nama Kampung Baru ‎dan selanjutnya setelah semakin ramai berubah menjadi Desa Balunijuk.

"Kalau bisa rumah panggung ini bisa mendapat perhatian dinas terkait. Soalnya ini merupakan bagian sejarah desa ini‎," harap Waluyo.(*)

Penulis: tidakada016
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved