Rodrigo Duterte Nilai, Amerika Telah Menciptakan Terorisme di Timur Tengah

Duterte menegaskan, kebijakan AS di Timur Tengah yang menjadi penyebab utama berbagai serangan maut di negeri itu.

Rodrigo Duterte Nilai, Amerika Telah Menciptakan Terorisme di Timur Tengah
HO
Foto yang dikeluarkan oleh Presidential Communication Operations Office (PCOO) memperlihatkan Presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte (tengah) memimpin rapat bersama anggota kabinetnya seusai acara pengambilan sumpah jabatan di Malacanang Palace, Manila, Filipina, Kamis (30/6/2016). Rodrigo menjadi Presiden Ke-16 Filipina setelah unggul dari 4 kandidat lainnya. 

BANGKAPOS.COM, MANILA,  - Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Jumat (9/7/2016), melontarkan menyebut intervensi AS menjadi penyebab konflik berdarah di Irak dan Timur Tengah.

Dalam pidatonya itu Duterte menegaskan, kebijakan AS di Timur Tengah yang menjadi penyebab utama berbagai serangan maut di negeri itu.

"Bukan Timur Tengah yang mengekspor terorisme ke AS, tetapi AS yang mengimpor terorisme," ujar Duterte.

"AS memaksakan kehendaknya di Irak. Lihat seperti apa Irak sekarang, lihat seperti apa Libya sekarang, lihat apa yang terjadi terhadap Suriah," ujar Duterte di hadapan komunitas Muslim kota Davao.

"Orang-orang, termasuk anak-anak, sedang dimusnahkan di sana," tambah Duterte.

Duterte lalu menyampaikan keuntungan yang diperoleh jika menjaga hubungan baik dengan China, termasuk tawaran China yang akan mendanai pembangunan rel kereta api di Filipina.

Di masa pemerintahan Benigno Aquino, hubungan Filipina dan China sangat buruk terkait masalah di Laut China Selatan. Di sisi lain, Aquino meningkatkan hubungan negara itu dengan Amerika Serikat.

Meski mengkritik AS, sejauh ini belum terlihat indikasi bahwa pemerintahan Duterte akan melonggarkan hubungan baik Filipina dengan Amerika Serikat.

Salah satunya adalah pakta pertahanan yang ditandatangani kedua negara pada 2014. Pakta ini mengizinkan AS secara temporer menempatkan pasukannya dan membangun fasilitas operasi di kamp-kamp militer Filipina.

Pakta pertahanan Filipina dan AS ini sangat dikecam China.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved