Warga Temukan Ratusan 'Bidak Catur' Raksasa Peninggalan Zaman Megalitikum

Menariknya, artefak tersebut memiliki kepala, badan, dan kaki. Kakinya berfungsi untuk menancap ke permukaan tanah sedalam 30 sampai 40 cm.

Warga Temukan Ratusan 'Bidak Catur' Raksasa Peninggalan Zaman Megalitikum
ISTIMEWA/DOKUMENTASI ANDRI JUNADI KETUA KARANG TARUNA GIRIMUKTI
Batu unik menyerupai bidak catur ditemukan di Kampung Oclang, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Batu itu disebut-sebut sebagai artefak zaman megalitikum. 

BANGKAPOS.COM, SUKABUMIArkeolog Universitas Indonesia, Ali Akbar, melakukan penelitian terhadap benda unik yang ditemukan di Geopark Ciletuh, Desa Girimukti, Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Penelitian dilakukan setelah benda yang disebut-sebut menyerupai bidak catur berbentuk raksasa itu ditemukan masyarakat sekitar pada Mei-Juni 2016.

Berdasarkan hasil penelusuran, Ali mengatakan benda yang menyerupai bidak catur itu termasuk artefak peninggalan megalitikum.

Artefak itu memiliki karakter berbeda dari artefak yang pernah ditemukan sebelumnya.

“Kalau di tempat lain itu ada punden berundak atau arca. Ini bukan arca dan punden, tapi simbol atau penanda, bahasa gampangnya nisan."

"Setiap satu batu itu dimiliki satu individu,” kata Ali kepada Tribun Jabar, Minggu (10/7/2016).

Artefak tersebut terdiri dari beberapa ukuran.

Rata-rata tingginya sekitar satu meter.

Menariknya, artefak tersebut memiliki kepala, badan, dan kaki. Kakinya berfungsi untuk menancap ke permukaan tanah sedalam 30 sampai 40 sentimeter.

Jadi artefak ini ditancap dan menghadap ke laut.

"Jadi jajaran bidak-bidak itu di pasang di pinggir di lereng bukit dan bisa dilihat dari laut,” kata Ali.

Ali meyakini jumlah artefak menyerupai nisan berjumlah ratusan di lokasi yang sama.

Menurut dia masih banyak artefak serupa terpendam di tanah.

Sebagian yang terlihat itu terbongkar setelah terjadi longsor beberapa waktu lalu.

“Jadi kami melakukan penelitian itu setelah ada informasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sukabumi. Kami memang sudah koordinasi dan mereka minta diteliti. Nanti kami juga akan sampaikan laporan hasil penelusuran ini,” ujar Ali.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved