Breaking News:

Gubernur Babel Luncurkan Program Subuh Berjamaah

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung membuat program salat subuh berjamaah sebagai upaya pemerintah memakmurkan masjid.

Bangkapos.com/Dok
Gubernur Babel H Rustam Effendi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dodi Hendriyanto

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung membuat program salat subuh berjamaah sebagai upaya pemerintah memakmurkan masjid sebagaimana fungsinya sebagai media dakwah dan mengikat ukhuwah islamiyah.

"Saya akan berkeliling ke setiap masjid sekaligus salat subuh berjamaah. Diharapkan bukan hanya fisik (masjid) yang megah, tetapi juga dibarengi dengan menghidupkan kembali aktivitas di masjid," kata Gubernur Babel Rustam Effendi kepada bangkapos.com, Selasa (12/7/2016). 

Hingga pertengahan 2016 ini, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung telah merehabilitasi 50 persen bangunan mesjid di Pulau Bangka dan Belitung.

Pembangunan ini bertujuan untuk membangun masyarakat Bangka Belitung yang agamis. Selain itu, dengan pembangunan masjid diharapkan tercipta kenyamanan beribadah.

Setelah masjid selesai direnovasi Pemprov Babel juga menggencarkan gerakan salat subuh berjamaah. Program tersebut digagas untuk memakmurkan masjid yang telah direnovasi.

"Sekitar 50 persen masjid sudah kita perbaiki melalui dana hibah APBD Provinsi Babel, Rp.500juta setiap masjid, 50 persen lagi mungkin 2017 nanti selesai," ungkap Rustam Effendi.

Rustam menjelaskan, dana hibah rehabilitasi ini sesuai ajuan proposal dari pengurus masjid pada tahun anggaran 2015. Sedangkan sisa 50 persen lagi akan masuk dalam ajuan anggaran tahun 2016 sehingga bisa terealisasi pada 2017.

"Bukan kita menunda rehabilitasi semua mesjid, namun dana hibah ini juga harus sesuai aturan. Makanya tahun depan insha allah selesai semua sesuai dengan ajuan dari pengurus masjid,"ujarnya.

Gubernur berharap, dengan kucuran dana hibah ini, secara fisik bangunan mesjid di Babel lebih nyaman dan megah untuk digunakan jemaah beribadah dan sarana pendidikan membentuk masyarakat babel yang agamis.

“Kita akan mencairkan dana yang diajukan masyarakat melalui proposal ke Biro Kesra Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Setiap proposal masuk telah diproses sesuai aturan, jadi tidak ada proposal yang diabaikan,"terangnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, pencairan dana hibah tak serta merta dapat dilakukan dalam waktu singkat. Bisa saja realisasi pencairan dana setelah satu tahun kemudian, lantaran proses pencairan dana dilakukan sesuai aturan agar tak terjerat aturan hukum.

“Laporkan jika terjadi pemotongan anggaran yang dilakukan pihak manapun. Kita selalu transparan menyalurkan anggaran,"tegasnya.

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved