Pejabat Pemkab Bangka Dipanggil Kejaksaan Terkait Dana Bansos

Sekda Bangka H Fery Insani enggan berkomentar lebih jauh mengenai dugaan penyelewengan dana bantuan sosial.

Pejabat Pemkab Bangka Dipanggil Kejaksaan Terkait Dana Bansos
Bangkapos.com/Nurhayati
Sekda Bangka Fery Insani 

Saat ditanyakan berapa banyak yang terjerat penyelewengan dana bansos tersebut, Fery mengaku tidak tahu.

"Bapak dak tahu. Kita sangat menghormati pihak kejaksaanlah silahkan yang disampaikan Pak Yoga kemarin kami tidak masuk kesubtansi itu," ungkap Fery.

Dari segi kepegawaian dia menyesalkan tindakan yang dilakukan SP. Berkali-kali ia memberikan wejangan kepada PNS agar bersyukur masih diberi pekerjaan menjadi PNS karena banyak orang yang sekarang menganggur, dan di era reformasi birokrasi PNS harus profesional dengan mentaati aturan.

Ia juga berpesan agar PNS tidak bergaya hidup mewah.

"Saya menyarankan tidak hedonisme, tidak bermewah-mewahanlah karena pegawai itu menjadi suri tauladan bagi masyarakat bahwa kita itu sebetulnya memberikan kepada masyarakat," kata Fery.

Untuk sanksi terhadap SP, ia menyatakan pasti ada. Untuk itu proses hukum berjalan dulu setelah inkrah baru diterapkan sanksi sesuai aturan dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara.

"Kalau nanti beliau (SP-red) bersalah pasti kita putuskan dan berikan tindakan sangat tegas," tegas Fery.

Mengenai keberadaan, SP Oknum mantan bendahara DPPKAD tersebut dia mengatakan masih ada. Namun disinggung SP yang sedang cuti sekarang bisa saja melarikan diri, menurutnya tetap ada.

"Ada bisa diceklah di DPPKAD," kata Fery.

Dia menilai political will Bupati Bangka mengenai bansos termasuk memberikan santunan kematian kepada masyarakat merupakan kebijakan yang baik.

Halaman
123
Penulis: nurhayati
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved